Terlepas dari alur menyimpang yang mungkin terjadi di masa depan, Cail mengikuti jadwal yang telah ditentukan sebagai tuan muda Exalted.
Mentor yang dipilihkan Putra Mahkota Zelda datang pada waktu yang disarankan dalam suratnya.
Sementara Rui bermain-main di sampingnya, Sir Mallory selaku Mentor sedang menyiapkan banyak makalah dan buku-buku pengetahuan tingkat atas di meja.
Cail tak lagi terkejut dengan tingkah Rui yang seenaknya, bahkan bila suatu hari dia berdiri di belakang Putra Mahkota Zelda tanpa rasa malu.
Sir Mallory merupakan mentor bagi para putra bangsawan Exalted, tentu saja Cail bukan satu-satunya tuan muda Exalted di Kerajaan Marina.
Rui merebut sebuah buku dari tumpukan, lalu membolak-balik isinya yang mencakup struktur pemerintahan Kerajaan Marina termasuk para Raja dan penerus generasi saat ini.
Buku itu bisa disebut sebagai Almanak atau semacamnya, Cail tak terlalu paham tentang silsilah bangsawan yang mirip Eropa abad pertengahan.
Akan tetapi, dia harus mempelajari semua itu di sini dengan penuh kesungguhan karena informasi itulah yang paling dia perlukan.
Sir Mallory juga menjabat sebagai Wakil Skuadron Ksatria 1. Pada masa kedamaian palsu ini, Sir Mallory diam-diam melatih banyak calon ksatria muda demi menghadapi situasi masa depan yang tidak pasti.
Orang-orang di kalangan bangsawan, keluarga kerajaan, serta pemilik kekuatan yang cukup kuat memiliki persaingan tersendiri. Di sisi lain, mereka juga mengantisipasi pergerakan bangsawan Exalted sebagai pemicu.
Itu adalah masalah pelik yang tak ingin dipikirkan Cail, dia hanya akan belajar saja tanpa ikut campur dalam politik.
Sir Mallory merupakan pria yang ramah, perhatian, dan terkesan tegas saat pembelajaran berlangsung. Di luar waktu itu, Sir Mallory suka bercerita hal-hal yang menarik di Ibukota Marine dengan tujuan menarik rasa ingin tahu tuan muda Exalted yang tampak polos.
'Sepertinya Sir Mallory tidak menyadari kehadiran Rui.' Cail lebih tertarik tentang perihal tersebut dibandingkan kisah yang dituturkan Sir Mallory.
Dia melirik Rui dari sudut matanya dan tersentak karena Rui sedang menatapnya. Cail menjadi canggung.
Pada saat itu, Kepala Pelayan Ernest datang membawa kudapan dengan meja dorong. Valet Wander menghidangkan teh dan makanan manis kemudian menaruhnya di meja.
Sekarang ialah masa istirahat dari waktu belajar sehingga cukup santai. Masalahnya, Cail terus memelototi makanan manis di depannya seolah itu musuh bebuyutan.
Baik Kepala Pelayan Ernest, Valet Wander, dan Sir Mallory merasa bingung, tetapi mereka akhirnya membiarkan karena mengira itu bagian dari perkembangan anak-anak.
Jika di dekat Rui, Cail menjadi ekspresif sebab [Emotionless] tak berfungsi. Rui tentunya menyadari hal ini, dia bersumpah dalam hati untuk menemukan obat atau apapun yang bisa menyembuhkan indera perasa Cail secepat mungkin.
Setelah sekitar satu-dua menit, Cail merasa seperti dipukul di bagian belakang kepala atas tindakannya yang aneh. Dia mengambil salah satu camilan manis dan akan menggigitnya dengan hati berdarah saat sebuah tangan halus menghentikannya.
Rui menarik tangan Cail ke mulutnya dan memakan camilan itu kemudian menjilat jari Cail. Yang terakhir bergidik dan secepat kilat melepaskan tangannya sambil bergeser sedikit menjauh.
Rui senang mengerjainya, tetapi juga sadar bahwa apa yang tadi dia lakukan sedikit keterlaluan. 'Seharusnya tidak masalah, dia dulu selalu menyuapiku....'
KAMU SEDANG MEMBACA
Kebahagiaan Protagonis
FantasíaKarya Original, bukan fanfic atau terjemahan! Cover dari Canva *** Protagonis novel "Ways of Heroes" tidak mendapatkan jawaban atas ketidakbahagiaannya sampai akhir, sebagai pembaca berat novel tersebut, Yoo Han benar-benar berharap dia bisa memban...
