Chapter 51 : Perkembangan Tak Terduga

266 57 6
                                        

Sein sejujurnya senang dan terhibur karena dia bisa menikmati rasa makanan manusia yang dia rindukan. Dia hampir menangis terharu atas pengorbanan seseorang sehingga dia memiliki kesempatan ini.

Apakah dia akan membiarkan alur kembali seperti sebelumnya?

Tentu saja tidak! Dia akan menghancurkan plot sialan itu dan dia pasti tidak bisa mengabaikan 'entitas tertentu' yang telah menyebabkan semua ini.

Dulu, pikirannya sering diganggu dan kacau. Sekarang, dia dapat melihat segala hal secara objektif dan jernih tanpa prasangka yang tak berdasar.

Akan tetapi, ada satu masalah penting yang menggerogoti kepercayaan hatinya. Dia tidak punya bukti bahwa dia adalah adik kecil Rui! Dia merasa hina karena keraguan ini.

Bisa jadi Rui salah menerka seseorang, itu situasi terburuk. Pembagian kenangan yang dilakukan Rui, tak ada reaksi setelahnya selain pertanyaan apakah dia benar-benar adik kecil Rui?

Dia, yang saat ini menerima identitas baru, takut kalau itu hanya kesalahpahaman.

Untuk itu, Sein akan menunggu dan melihat apakah plot akan kembali ke jalur aslinya jika dia berpangku tangan?

Jika dia tidak menjadi 'Cail', lalu siapa yang akan menjadi 'Cail'?

Jika dunia ini memang harus mengalir sesuai alur, maka dia menemui jalan buntu. Sein tak tahu penyebab pasti waktu diputar ulang, dia menduga itu ada hubungannya dengan dia dikendalikan sebagai boneka serta Rui yang memegang peran kunci.

-[Kau memiliki begitu banyak kecurigaan.]

'Suara ini!' Sein tersentak dari tempat duduknya dan hampir menjatuhkan peralatan makan di tangannya.

Benar, itu bayangan yang menghuni Dunia Kognitifnya! Namun, mengapa dia baru muncul sekarang, padahal sebelumnya dia tak bisa menemukannya?

-[Tidak perlu khawatir tentang hal-hal yang berada di luar jangkauanmu, itu bukan tugasmu. Hiduplah seperti yang kau inginkan sebagai kompensasiku.]

Dia tertegun pada kalimat terakhir dan ekspresinya berubah aneh.

"Sein?" tanya Ibunya saat menyadari ketidaknormalan putra tersayangnya.

Sein mencoba menenangkan diri lalu menjawab, "Bisakah aku berjalan-jalan keluar hari ini?"

Ayahnya, Kansen Arelis, mengangkat alisnya keheranan. "Bukankah kau harus mengikuti kelas etiket?"

"Sayang, biarkan dia bermain untuk hari ini. Lihat, dia kelelahan karena pendidikan yang ketat!" Hera membantu Sein untuk mendapatkan liburan.

Salah satu anggota keluarga cabang, yakni Tenn Arsen, Paman Sein, menengahi, "Kakak, Sein akan menjadi pemberontak jika kau terlalu ketat padanya. Rael akan mengajaknya bermain nanti."

Keluarga cabang Arsen memegang otoritas budaya dan keamanan, Tenn adalah kepala instruktur ksatria dan putranya, Rael, merupakan wakil komandan angkatan laut.

Di masa kedamaian Kerajaan Marina, pelatihan angkatan laut sedikit mengendur sehingga Rael sesekali akan berkunjung ke Kastil Herneva. Kebetulan itu adalah hari ini.

Rael, pemuda jangkung yang telah melewati masa kedewasaan, mengangkat kepalanya dan memandang Sein dengan tatapan tajam. Mata elangnya sedikit menyipit dan menambah kesan garang dari bekas luka diagonal dari mata kanannya. Rambut emas Rael memiliki ciri-ciri bangsawan Ibukota Marine yang umum, tetapi warna rambutnya lebih cemerlang.

Sein entah kenapa merasa bahwa dia berhutang sesuatu pada Rael. Dia bertanya pada bayangan, 'Apakah dia membenciku?'

Sepertinya Sein mendengar tawa dari tautan komunikasi mereka.

Kebahagiaan Protagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang