Chapter 79 : Anomali River of Time

101 12 1
                                        

Cahaya dari Grail Observer tersebut terserap ke dalam jiwa Sein. Sensasi yang membingungkan dan aneh seakan jiwanya direkonstruksi itu membuatnya tidak fokus selama beberapa saat.

Suara-suara dari asal yang tak diketahui bergema di benaknya bersamaan dengan munculnya sekilas bayangan sosok asing yang tak dia kenali, tetapi dia anehnya merasa yakin sosok itu adalah dirinya sendiri.

-Hidup menjadi karakter sepenuhnya...

-Bukankah itu akhir terbaik untuk dibunuh oleh sang protagonis?

-Aku hanyalah jiwa yang dipersembahkan untuk kebangkitan 'dia'.

-Jiwaku terikat dengan Tower of Desire dalam berbagai ruang-waktu.

-Jadi, jika protagonis memutuskan untuk menghancurkan Tower of Desire ini, maka itu artinya 'aku' tidak akan ada lagi.

"Ugh!" Sein jatuh terduduk, mengerang sambil memegangi kepalanya.

Rui menatapnya dengan ekspresi rumit, sulit menjelaskan bagaimana dia harus bereaksi. Dia masih belum mempercayai kenyataan yang terjadi di hadapannya.

Seseorang yang selalu dia cari, yang terus menghilang ke berbagai alur waktu yang tak berujung ternyata adalah seseorang yang selama ini ada di depannya. Seseorang yang dia kira hanyalah cangkang boneka yang sengaja dibuat sebagai pengganti, seseorang yang dia pikir palsu.

Tidak, sebenarnya jauh di lubuk hatinya, Rui pernah menganggapnya sebagai yang asli, tetapi dia tahu dengan jelas bahwa sosok kecil itu hanyalah boneka dari permainan Tower of Desire.

Bagaimana sebuah boneka bisa menjadi yang asli? Atau sebenarnya dia sejak awal adalah yang asli, tetapi dianggap sebagai boneka?!

Rui akhirnya tersadar dari linglungnya, dia tidak bisa memungkirinya lagi.

"Yoo Han," panggilnya pelan seraya mendekatkan dirinya dan memeluk sosok kecil itu.

"Apakah ini kau? Apa kau ingat Ethereal?" Rui bertanya lagi untuk meyakinkan dirinya sendiri.

Sementara itu, Sein, yang terombang-ambing antara memori asli dan ingatan yang dia lalui saat menjadi karakter, untuk sesaat tidak tahu bagaimana menjawabnya.

Serangkaian ingatan yang berbeda saling tumpang tindih membuat Sein meragukan identitasnya sendiri. Siapa dirinya sebenarnya?

-Siapa yang akan percaya bahwa kenyataan adalah ilusi?

Suara itu bergema di benaknya terus-menerus, menyenandungkan nada melankolis. Sein mendorong Rui menjauh dan bergerak mundur menghindarinya. Dia menahan rasa sakit yang luar biasa dari keraguan pada realitasnya.

Dia menatap Rui dengan ketakutan dan memikirkan kembali semua hal dia alami.

"Yoo Han?" Suara Rui terdengar samar-samar seolah realitas di sekitarnya mulai hancur.

Sein menutup matanya, tidak ingin melihat apa yang terjadi. Dia memegangi kepalanya dan merasakan tubuhnya seakan melayang di kehampaan.

"Yoo Han!"

...

Yoo Han tersentak kaget pada teriakan itu dan segera membuka matanya. Namun, pemandangan yang dia saksikan kali ini sungguh berbeda.

Dia berada di realitas baru.

Matanya bergetar saat dia melihat ruangan putih di hadapannya. Dia menutup mulutnya untuk menahan rasa mual dari traumanya.

"Apa ... yang terjadi?" gumamnya dipenuhi kebingungan.

Dia sangat yakin bahwa dirinya sebelumnya sedang bersama seseorang. Tunggu, siapa orang itu? Kenapa dia tidak bisa mengingatnya?

Kebahagiaan Protagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang