Chapter 24 : Perubahan

649 130 6
                                        

Di lantai bawah tanah Menara Alkemis, ada keributan besar yang terjadi sejak beberapa waktu yang lalu. Subjek eksperimen Eire mengejutkan para penguji, bahkan Haruzel yang menanganinya tidak bisa menahannya.

Dua subjek lainnya, Hen dan Zen, dipindahkan dari ruang pengujian bawah tanah menuju ruang perawatan, mereka hampir terbunuh oleh Eire.

Duduk di kursi yang disertai rantai besi, Eire diikat di sana dengan tatapan penuh kebencian serta dendam yang dalam. Awalnya tidak begini, tetapi peristiwa mencengangkan sebulan yang lalu tampaknya mempengaruhi Eire.

Tidak, lebih tepatnya, murid dari Mantan Master Menara datang berkunjung dan entah apa yang dia lakukan pada Eire, itu menyebabkan kekacauan dalam penelitian chimera mereka.

Akan tetapi, murid itu membawa perintah atas nama Willbert de Castalia menyatakan bahwa eksperimen dihentikan. Mereka harus berhenti jika tidak, maka dia akan memusnahkan para peneliti sendiri.

Masalahnya, masih ada yang membangkang dan menguji tiga subjek yang nyaris dianggap berhasil, namun Eire lepas kendali sekarang. Haruzel yang tahu kabar pembangkang yang terlambat, tak berdaya menghentikan kehancuran ruang bawah tanah.

Dan sesuatu yang membuat bulu kuduk mereka berdiri yaitu chimera yang gagal namun anehnya memiliki keunikan tersendiri, dan dia juga merupakan murid Mantan Master Menara Willbert de Castalia, serta putra angkatnya, saat ini secara kebetulan berkunjung lagi.

Cail de Castalia telah berubah jauh dari kesan awal setelah kejadian yang misterius menimpa Gurunya dan juga Camilla. Kadang-kadang dia tidak tampak seperti orang yang hidup melainkan benar-benar boneka berkulit manusia. Namun, ketika dia kembali sadar, beberapa hal akan berubah kacau, contohnya adalah sekarang ini.

Cail mengenakan pakaian resmi sebagai putra angkat Grand Duke Exalted. Pakaian yang mirip dengan seragam ksatria Kerajaan Marina, tetapi memiliki warna berbeda yaitu campuran merah dan hitam.

"Eire," panggilnya dengan suara rendah serak. Otot-otot wajahnya kaku dan lehernya seperti pernah dicekik dan meninggalkan bekas kulit merah yang mengelupas.

Mata perak Eire mengawasinya dan sorot kebencian perlahan surut. Eire mengenali Cail sebagai sesamanya dinilai dari aura dan baunya.

"Aku akan membebaskanmu dengan satu syarat. Apakah kau mau?" Suara tanpa emosi membuat pendengar menggigil selain Eire yang mengangguk perlahan.

Cail menyentuh bekas luka di lehernya lalu menoleh ke Haruzel dan para Alkemis yang nyaris mati, dia menggerutu, "Benar-benar merepotkan." Bertentangan dengan kepribadiannya yang lama.

"Baik, yang harus kau lakukan ialah membantuku mencuri sesuatu yang penting." Dia tidak memberikan detailnya karena ada terlalu banyak penganggu.

Rantai yang mengikat Eire pecah dan dia memiliki tato khusus di lehernya, mirip dengan Cail hanya saja milik Cail masih lebih mengerikan sebab itu bekas luka.

Eire yang kehilangan kendali telah ditenangkan dengan mudah, tato di leher Eire merupakan kontrak dan juga pengekang agar tidak kehilangan kendali lagi.

Sesudah menyelesaikan misinya, Cail pergi bersama Eire dengan Artefak teleportasi yang diberikan Gurunya.

Mata biru cerah Haruzel berkabut sesaat kemudian fokusnya kembali. Dia menghela napas lalu menggelengkan kepalanya dalam penyesalan, namun dia membentuk senyum yang langka.

***

Di sebuah ruangan dengan buku terbuka, ada pena bulu emas yang terus menggores halaman demi halaman. Pada kalimat pertama di bawah paragraf yang tercoret, ada inti dari halaman tersebut.

Kebahagiaan Protagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang