Chapter 6 : Monster Chimera (2)

1.4K 236 11
                                        

Pertama kali Cail mencocokkan informasi antara efek yang dibawa ramuan dan juga pengetahuan dari novel itu, rasa terkejutnya bertambah. Beberapa hal ternyata tak sesuai deskripsi di novel "Ways of Heroes"!

Itu berarti, ada kemungkinan kecil bahwa dunia ini bukan dunia novel itu atau ada banyak variabel pengganggu. Setidaknya perbedaan kecil tak bisa dihindari, mengingat bahwa dia adalah salah satu variabel.

Setelah eksperimen awal yang menghasilkan tiga calon Chimera, Haruzel dengan penuh semangat, memperlakukan subjek eksperimennya di lantai khusus dalam menara, yang mirip dimensi luar, dengan sihir spasial tingkat tinggi.

Dengan itu, Cail menyakini bahwa Haruzel bukan hanya Apprentice Alchemist. Dia pastilah memiliki posisi lebih tinggi atau kekuatan lebih besar daripada yang terlihat.

Sebelum dimulainya tahapan sekarang ini, Cail terbangun di ruangan khusus dan menerima perawatan yang berbeda dibandingkan subjek eksperimen lainnya. Ingatan dan perasaannya kembali, justru lebih jelas daripada ketika dia baru saja datang ke dunia ini. Seakan proses penyatuan jiwanya dan tubuhnya saat ini telah selesai.

Dia bisa melihat apa yang sebenarnya dilakukan para Alchemist lainnya, mereka mengumpulkan monster-monster ciptaan, kemudian menyiksanya. Sementara itu, Haruzel, Apprentice Alchemist yang sengaja memberitahukan namanya padanya sebelumnya, bertingkah berkebalikan.

Tak ada deskripsi tentang Haruzel di dalam novel "Ways of Heroes". Oleh sebab itu, Cail tak tahu menahu mengenai motif dan identitas Haruzel yang sebenarnya. Dia hanya harus waspada jikalau Haruzel menyimpan kebusukan lebih daripada Alchemist lainnya itu.

...

Keempat anak, yang selamat dari eksperimen awal, dibawa ke dimensi spasial dalam Alchemist Tower. Tiga di antara mereka seperti boneka kosong tanpa jiwa, hanya Cail saja yang tampak masih hidup.

Dimensi spasial ini mencakup hutan, gubuk kecil, air terjun, dan juga tebing. Pemandangan alam impian, selera Haruzel benar-benar patut diapresiasi karena lantai khusus ini dibuat berdasarkan keinginannya, lebih tepat jika disebut pencangkokan dan mereplikasinya.

Cail sekarang berada di tepi tebing yang menjorok ke sungai di bawah air terjun. Suara desiran dedaunan pohon, di belakangnya, mengangkat jiwanya kembali ke tubuh. Sementara itu, tiga anak lain berdiri berjejeran dengannya membentuk barisan siap melompat ke dasar jurang.

Haruzel melayang di depan mereka seraya menyilangkan kedua tangannya saat mengangguk mengkonfirmasi waktu. Tudung jubah putihnya tersibak memperlihatkan penampilannya yang rupawan.

Pengujian pertama pada subjek eksperimen yang berhasil bertahan, khususnya Cail. Haruzel menaruh perhatian lebih besar padanya.

'Tidak mudah untuk mengakomodasi keunikan campuran itu,' pikir Haruzel ketika menatap tajam tiga anak lainnya.

Ketiganya tak bisa dibilang biasa saja, justru itu pernyataan meremehkan. Mereka bukan manusia lagi, mereka mempunyai kemampuan khusus sebagai calon Chimera yang bertahan pada tahap awal.

Anak pertama yang awalnya memiliki rambut coklat kehitaman itu kini memutih, dia mengalami apa yang disebut penuaan meskipun wajah dan tubuhnya tetap sama. Bagian tubuh dari manusia yang paling sensitif pada perubahan adalah rambut atau bulu tubuh, lapisan terluar.

Anak kedua sedikit lebih baik, warna putih tidak begitu mencolok dan menjorok ke abu-abu. Anak terakhir sama dengan yang kedua. Ekspresi mereka mati rasa seperti boneka yang digantung berbeda dari Cail yang mata violetnya masih memancarkan cahaya.

"Lompat!"

Kerah di leher menyala, mengirimkan percikan listrik yang menusuk langsung ke otak. Pasung di tangan dan kaki telah dilepas karena bagaimanapun mereka tak akan bisa kabur. Di balik kerah tersebut ada tato pembatas kebebasan mereka.

Kebahagiaan Protagonis Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang