Volume 4 : Everlasting Soul
"Aku akan melakukan apapun untuk membawamu kembali." -Rui.
(Arc ini sebagian besar dalam sudut pandang Rui)
***
Sepatu boot berwarna biru gelap itu menginjak wajah seseorang di bawahnya, kemudian menendangnya keras.
Mulut korban tersumpal sehingga jeritannya tidak dapat terdengar.
Beberapa korban lainnya juga dalam kondisi yang sama. Mereka telah disiksa sedemikian rupa oleh ketua prefek akademi yang gila.
Rui.
Nama itu menakuti siapapun di akademi SkyLord karena dia disebut gila bukan tanpa alasan.
Dia bisa melakukan apa saja tanpa hati nurani. Dia menyiksa orang-orang mengganggunya jika dia bosan.
Para pengikutnya, anggota prefek, turut serta dalam aksinya.
Namun, masih banyak siswa akademi yang juga mengidolakannya karena penampilannya dan kekuatannya yang luar biasa.
Rui memang bertindak gila sesukanya tanpa dapat dihentikan oleh kepala akademi. Namun, dia tidak menyakiti orang-orang tak bersalah karena menurutnya lebih menarik untuk menyiksa para penjahat.
Misalnya seperti sekarang ini.
"Hei, Rui, bukankah ini sudah cukup? Kau terlalu mengerikan menyiksanya seperti ini." Salah satu anggota prefek, sekaligus teman terdekatnya, Jaehwan, angkat bicara untuk menghentikan kekejamannya.
Rui akhirnya menarik kakinya dan menoleh ke Jaehwan dengan ekspresi bosan.
"Ini tidak menarik lagi." Dia melemparkan kunci borgol pada Jaehwan, lalu meninggalkan ruang penyiksaan itu.
Rui mulai merasa segalanya benar-benar membosankan. Tidak ada yang bisa membangkitkan emosinya. Dia pikir dengan memasuki akademi dan mengetahui beberapa rahasia, hal-hal akan menjadi menarik.
Sayangnya, tidak ada yang menarik. Semuanya hanya pertarungan kekuatan.
Rui menginginkan emosi yang bisa dirasakan oleh orang-orang biasa. Dia ingin menyukai orang lain, membenci orang lain, ataupun perasaan-perasaan lainnya.
Entah itu karena kekuatannya yang membentuk keilahian, dia memang hampir menerobos ke ranah Demigod, itu membuat kemanusiaannya semakin menghilang.
Bahkan terhadap keluarganya, Rui tidak merasakan apa-apa pada mereka. Emosi kasih sayang yang seharusnya dia miliki itu tidak pernah ada.
Saat langkahnya semakin mendekati pintu keluar dari ruang bawah tanah, Rui terhenti sesaat karena alat komunikasi magisnya muncul.
Itu menandakan ada pesan dari keluarganya.
Rui meliriknya sekilas, isi pesan itu membuat alisnya terangkat, menampakkan kebingungan yang baru pertama kali dia rasakan.
{Rui, kau akan memiliki seorang adik laki-laki. Pulanglah saat adikmu lahir.}
"Adik laki-laki?" Rui tidak tahu mengapa, tetapi dia merasakan sesuatu yang berbeda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kebahagiaan Protagonis
FantasyKarya Original, bukan fanfic atau terjemahan! Cover dari Canva *** Protagonis novel "Ways of Heroes" tidak mendapatkan jawaban atas ketidakbahagiaannya sampai akhir, sebagai pembaca berat novel tersebut, Yoo Han benar-benar berharap dia bisa memban...
