67 - ROOFTOP

406 33 43
                                        

⛓️HAPPY READING⛓️

***

Beberapa hari berlalu pasca operasi Maya berjalan dengan lancar, gadis itu sudah di perbolehkan pulang dan beristirahat di rumah, sekarang Maya tinggal bersama dengan Nanda, Tiara sudah menganggap nya seperti anak sendiri.

Berhubung untuk saat ini dia belum bisa melakukan hal yang memberatkan jadi lah dia tinggal di sana, terlebih mereka takut terjadi hal buruk pada Maya.

Maya turun dari mobil, dia menatap bangunan Bina Bangsa yang sudah beberapa hari belakang tidak dia datangi, ini terasa biasa saja, namun, dia hanya rindu dengan suasana sekolah.

Mobil beranjak pergi setelah Tiara dari bangku kemudi membunyikan klakson, Nanda menyentuh pundak sahabat nya itu, lalu mengangguk, mengisyaratkan untuk cepat masuk ke sekolah.

Sepanjang koridor, tidak jarang siswa dan siswi lain menyapa nya dengan senyuman, mungkin karna berita tentang dia sudah tersebar, entah bagaimana cara nya, semua menjadi tau apa yang baru saja di alami gadis itu.

Maya tidak terlalu memikirkan tentang perihal yang telah terjadi, dia hanya bisa bersyukur dan berterima kasih pada orang baik yang telah bersedia menyelamatkan hidup nya.

Walau hingga detik ini, gadis itu tidak tau siapa orang itu.

Nanda menatap Maya, memastikan jika dia tidak merasa kan hal buruk, dan nampak nya, gadis itu memang sedang baik-baik saja.

Mereka sampai di depan pintu kelas, pintu yang sudah terbuka dan menampakkan penghuni kelas yang tengah melakukan aktivitas random.

Namun, dalam sedetik, aktivitas mereka terhenti, semua mata melihat orang yang memasuki pintu kelas dengan mata berbinar.

"Astaga May! uda sehat lo, gue senang banget, sumpah demi aleg."

"Hebat banget lo May"

"Eh, gimana sih rasa nya operasi hati, jangan bilang ngilu ya anjir"

"Sini dong peluk dulu"

"Asli pas lo nggak ada kita nggak bisa belajar dengan damai"

"Nilai matematika gue memerah"

"Pak olahraga nanyain lo anjir"

"Siapa sih yang jadi pendonor nya?"

"Eh kata nya Bianca di penjara ya?"

Mata Maya membelalakkan saat mendengar pertanyaan terakhir.

"Bianca di penjara?" batin nya.

"Nan? kak Bianca di penjara? gimana cerita nya?" tanya Maya heran, dia juga baru sadar beberapa hari ini dia sama sekali tidak bertemu dengan gadis itu.

"Gue lupa kasih lo kabar kalau yang nyelakain lo itu dia" ucapan Nanda ini membuat Maya semakin heran.

"Maksud lo gimana?"

Nanda menghela nafas nya,"Sini gue ceritain semua nya" dia mengajak Maya untuk duduk di bangku mereka.

Maya dan Nanda pun duduk.

"May, lo nggak mau cerita ke kita dulu ni?" tanya Caca dengan rasa penasaran.

Nanda tersenyum pada Caca,"Nanti dulu deh Ca, ada hal penting, tapi nanti Maya bakal sharing ke kalian kok, yakan May?" Nanda menyenggol bahu Maya pelan, dan Maya mengangguk.

Caca mengerti akan kondisi, lalu dia kembali dengan aktivitas nya, begitu juga siswi yang lain.

"Gini May, orang yang buat lo sampai kayak gini itu Bianca"

 LASKAR [ COMPLETE ] ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang