59 - TITIK TERANG ATAU AWAL DARI GELAP ?

394 32 38
                                        

⛓️Happy reading⛓️

***

"Gue udah tau siapa yang neror Maya"

Laksar membuka suara sembari menatap Nanda dan Sean bergantian.

Nanda dan Sean yang bingung mengerutkan keningnya, ini memang yang mereka harapkan untuk mengetahui siapa pelakunya, namun kenapa Laskar begitu cepat untuk tau?

"Cepat banget lo tau Kar" Nanda memberi argumen.

Laskar menyunggingkan senyum, "Semalam, gue kerumah Maya."

"Demi apa, gue sampe lupa, Maya adakan di rumah ?"

Laskar menjawab pertanyaan Nanda dengan gelengan.

"Lah kok?"

"Lo dengar dulu" ucapan Laskar membuat Nanda terdiam lalu mengangguk.

"Maya gak ada di rumah, dan rumah nya benar-benar kosong, gue masuk aja pake dobrak pintu segala, terus gue masuk, dan nyari Maya, gue buka dan masuk ke semua ruangan, tujuan awal gue buat cari kamar Maya, tapi yang gue temuin lain"

Ucapan akhir Laksar membuat dua manusia di depan nya ini berfikiran aneh-aneh, namun mereka lebih memilih untuk diam dan menunggu apa yang akan di ucapkan lelaki itu selanjutnya.

"Gue nemuin kamar Bianca, dan di kamar nya itu ada tumpukan kertas dan alat tulis yang detail nya mirip banget sama surat teror yang lo tunjukin ke gue tempo hari."

"Jadi maksud lo yang neror itu Bianca ?!"

"Dan bukan cuma surat, ternyata foto-foto itu juga dia dalang nya, bangsat."

"Selama ini Maya di teror sama orang yang jelas-jelas tinggal satu atap sama dia, ngeri gak sih, oke lupain tentang Bianca, fokus ke Maya, jadi kalau Maya gak di rumah, terus dia dimana? ini udah hari ke 4 kita gak ketemu sama Maya"

"Kita harus cari dia."

"Cari dimana? gue takut anjir, gimana kalau dia kenapa-napa? dan Bianca? dia itu monster, dia bisa lakuin apa aja yang ngalangin dia buat-"

"Buat apa ?" Laskar memotong pembicaraan Nanda.

"Buat milikin lo Kar"

Laskar seakan teringat akan sesuatu, apa yang dikatakan Nanda seakan membuat ingatan nya pulih dan menguat.

Kenapa dia lupa perihal Bianca yang selalu mengejarnya, dan semua yang di rasakan Maya adalah sejak gadis itu mengenal Laskar.

"Dimana Maya sering pergi kalau lagi sedih Nan?" tanya Sean tiba-tiba.

Nanda memutar otak nya, selama ini dia tidak pernah tau pelarian Maya saat bersedih, dan setau nya pun, Maya akan selalu menumpahkan keluh kesah nya pada Nanda tanpa pergi ke suatu tempat spesial.

"Selama ini kalau Maya sedih, dia selalu cerita ke gue atau" Nanda menjeda ucapan nya.

"Atau apa?"

Nanda menggeleng kan kepala nya, "Atau enggak sama sekali" lanjutan kalimat itu membuat Laskar dan Sean menutup wajah nya dengan tangan, menengadah ke langit.

"Lo gimana sih Nan, kebiasaan sahabat sendiri aja gak tau" gerutu Sean.

"Ya selama ini gue selalu ada buat dia, dan dia selalu cerita ke gue kalau ada apa-apa, dan ini pertama kali nya gue gak ada buat dia saat dia lagi jatuh" keluh nya.

"Ini salah gue" Laskar menunduk, menghadap ke lantai.

"Kok salah lo?"

"Kalau aja Maya gak dekat-dekat sama gue, pasti kejadian nya gak bakal kek gini" ucap nya frustasi.

 LASKAR [ COMPLETE ] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang