15 - JAM ISTIRAHAT PERTAMA

736 92 34
                                        

⛓️Happy reading⛓️

***

"Jadi nanti pas jam istirahat ke dua kita temuin Cakra"

Zero setengah berbisik, karna mereka ber lima sedang berkumpul di warung budhe iem, mampir untuk sarapan sebelum jam pelajaran pertama dimulai.

Laskar mengangguk dengan malas , jika mendengar nama Cakra secara otomatis mood nya menjadi buruk.

Yang lain sibuk dengan makanan di piring nya yang hampir habis.

"Oke guys, cabut gas ?"

ajak Raka mengelus perutnya kenyang, Raka bangga, sebanyak apapun dia makan, perut nya akan selalu terlihat ramping.

Wisma meneguk minumannya "bentar lagi napa penuh ni perut" dia mengelus perutnya.

Sudah menjadi rutinitas Wisma sehabis makan untuk beristirahat sebentar, jika orang bilang, hal itu sama dengan menunggu makanan masuk ke perut.

"Bentar lagi bel bunyi, kalian mau dihukum kek dulu lagi? malah bentar lagi ujian"

Eric menepuk jidatnya, bagi semua orang, terutama Eric yang sadar akan kelemotan nya, ujian sama susah nya dengan mencari paku dalam jerami, bila perlu, jerami yang di cari dalam tumpukan paku.

Zero mengunyah makanannya dengan santai, lelaki ini memang yang paling santai di antara mereka berlima.

"Santai aja kan cuma ujian"

Mata mereka membelalak, selain yang paling santai, Zero juga yang paling pintar, semua mengakui hal itu.

"Lo enak pintar bangsat, lah kami? pintar banget, sangkin pintar nya selalu remedi" Eric mengacak rambut nya.

Zero mendengus, dia selalu heran jika semua teman nya ini mulai mengeluh tentang tingkat kepintaran, kadang dia jadi berfikir, sebenar nya dia yang terlalu pintar atau teman-teman nya saja yang malas dan terlalu pesimis.

Karna bagi nya, kemalasan dan sikap pesimis terhadap kemampuan diri sendiri adalah awal dari muncul nya sesuatu yang sering di sebut manusia dengan 'kebodohan'.

Zero memilih untuk tidak memikirkan hal itu terlalu dalam, karna dia yakin jawaban nya akan sama, yaitu karna mereka terlalu malas dan pesimis.

"Kalian tinggal belajar doang, liat buku hapal rumus, baca, simpan diotak , selesai, gampang kan ?, simple lagi. "

Jelas Zero sambil mengekspresikan diri.

"Kalau tinggal ngomong mah gue juga bisa bambang"

Raka menimpuk Zero dengan tissu yang langsung jatuh ke lantai karna terlalu ringan.

"Sekarang mau ke kelas atau ributin otak sih ?" tanya Laskar, lalu berdiri.

"Entah ni si Zero" umpat Raka kesal, Wisma masih memilih posisi diam karna kekenyangan.

"Uda-uda masuk yok, ntar kena marah, kalau telat dikira bolos, guru BK agak pilih kasih sama kita."

Laskar menyudai perdebatan tak berarti mereka, dan kenyataan nya jika menghadapi Laskar dkk, guru BK sedikit sensian.

"Budhe, kami utang dulu ya, nanti bayar, ambil duit di atm dulu"

Kata Eric ketika mereka hampir keluar kantin itu, budhe iem hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan mereka.

"Iya dibayar ya Ric" jawab budhe iem dengan logat daerahnya yang kental, lalu wanita berumur kepala lima itu melanjutkan aktivitas nya membersihkan meja.

 LASKAR [ COMPLETE ] ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang