56 - KEHILANGAN DARA

379 34 20
                                        

⛓️Happy Reading⛓️

***
"Tidak semua hal yang dapat kamu ketahui dari diri orang lain, walau status mu itu adalah orang penting bagi nya, privasi itu ada."

tiohana.

***

Cakra berjalan bolak balik , keringat dingin mulai mengalir di dahi nya, cemas dan takut, di hantui dengan ribuan rasa bersalah.

Koridor rumah sakit seakan sunyi, tidak ada kehidupan, berkali-kali dia mengintip lewat pintu, mencemaskan sesuatu yang sangat tak dia ingin kan.

"Plis Dar" cemas nya.

Di tengah kepanikan, mata Cakra menangkap sosok familiar berlari dengan kemeja putih dan celana hitam yang basah,dan dia baru sadar jika diluar hujan.

Pria itu menghampiri Cakra, raut wajah nya tidak kalah cemas, Laskar.

"Mana Dara ?! bilang ke gua dia baik-baik aja! bilang Cak!" lelaki itu kalang kabut, refleks tangan nya mencengkram kerah baju Cakra, membuat gerak otomatis di tubuh Cakra.

Cakra menatap Laskar lekat-lekat, dia sangat merindukan sahabat kecil nya ini. Tapi dia sadar itu tidak perlu di bahas sekarang.

"Dokter belum kasih tau , masih di dalam" jawab Cakra datar.

"Sekarang lo bisa lepasin gue ? ini rumah sakit." titah nya.

Laskar melihat tangan nya, lalu melepas cengkraman, dia berjalan ke pintu ruang rawat, menatap dokter yang tengah berusaha dengan upaya-upaya.

"Gua gak siap Dar" ujar Laskar.

Air mata mereka mengalir, rasa yang tak pernah di rasakan Laskar sebelum nya muncul, rasa bagaimana di tinggalkan saat tengah menunggu seseorang untuk kembali.

Hal di mana kita ingin kembali berbicara pada nya namun kemungkinan besar itu tidak akan pernah terjadi, untuk selama nya.

Dia takut.

"Bilang ke gue kalau Dara bakal baik-baik aja Cak! bilang ke gue kalau dia bakal sehat lagi !" desak lelaki itu.

Hati Cakra serasa di tikam beribu-ribu timah panas.

"Kalau gue bisa lakuin itu, gue udah bilang hal itu ke diri gue sendiri dari tadi Kar. Tapi sayang nya gue gak bisa, gue gak yakin, gue takut." ujar nya.

Beberapa detik kemudian, seorang pria dengan stelan jas putih keluar dari ruangan.

"Gimana dok?" tanya Cakra penuh harap.

"Sahabat saya selamat kan? masa kritis nya lewat kan dok?" Laskar mengembangkan senyum.

"Jadi kami bisa jenguk Dara kan dok?"

"Oke, kalau gitu dokter minggir." titah Laskar.

"Saya harap kalian bisa menerima kenyataan, saya dan yang lain nya sudah berusaha semaksimal mungkin, namun nampak nya Tuhan lebih sayang pada Dara, saya harap kalian bisa mengerti" jelas dokter itu.

"Tuhan sayang Dara? Tuhan sayang berarti Dara di beri hidup! iya kan Kar? gue mau masuk."

Laskar menahan tubuh Cakra , dia yakin Cakra pura-pura bodoh.

 LASKAR [ COMPLETE ] ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang