50 - DAN WISMA MASIH BERJUANG

351 35 35
                                        


⛓️happy reading⛓️

***

"karna cinta sejati itu enggak berhenti saat dia tau orang yang dia cinta malah punya rasa sama orang lain Nan, justru dia malah makin berjuang walau ujung-ujung nya bakal rasain sakit."

-wsm.

***


"Gue gak nyangka Kar, dunia sempit banget" Nanda meletak tangan nya di lutut, mereka ada di taman sekolah, wanita itu masih menggunakan kursih roda, dan sekarang Laskar duduk pada bangku taman.

"Gue cuma binggung, gimana perasaan Maya kalau tau lo sama gue itu.. you know lah" Laskar menaikan bahu nya.

"Gue minta maaf sama lo, gue tau lo bakal batalin semua, tapi gue gak bakal bisa bantu lo"

"Kenapa? lo senang di jodohin sama gue?, senang lo Nan?" Laskar menatap gadis itu heran.

"Apa lo emang suka sama gue?" lanjut nya.

Nanda tersentak, "Gak usah ke pedean, jangan mentang-mentang lo itu idol di sekolah, semua cewek lo bilang suka sama lo, gak usa mimpi Kar" Nanda berusaha untuk membuat Laskar percaya dengan perkataan nya yang seratus persen adalah kebohongan.

Laskar angguk-angguk, "Kalau lo gak suka sama gue, why lo gak mau nolak?" alis lelaki itu terangkat.

"Alasan nya cuma keluarga, lebih dari itu enggak"

"Oke, kalau lo emang gak bisa, gue bakal usaha sendiri, lo doain aja, gue bakal cari kebahagiaan gue dan juga kebebasan lo"

Nanda tersenyum, lalu mengangguk.

"Gue pergi dulu, mau nyari ibu negara" setelah mengeluarkan kalimat itu, Laskar pergi, meninggalkan Nanda sendiri.

Nanda menunduk dalam, apapun keadaan nya dia harus bisa kuat, walau sekarang dia sedang ada dalam posisi yang sangat menguntungkan.

Namun memendam kesedihan karena tak kan pernah bisa bahagia bersama orang yang kita sayang bukan hal mudah, setetes air mata lolos dari mata gadis itu.

Dia terdiam saat merasa jika tangan kekar seseorang sedang bertengger di bahu nya, entahlah, tapi jujur dia panik.

Mungkin efek dari kejadian tempo lalu.

Nanda menutup telinga nya dengan tangan, lalu memejamkan mata nya, enggan melihat pemilik tangan bahkan sedetik pun.

Lelaki itu merasa aneh, lalu mengguncang pelan pundak Nanda.

Namun gadis itu tampak menunduk lebih dalam, lelaki di itu berjongkok, menghadap perempuan yang menunduk.

Lalu mengintip dari sela yang memungkinkan dia untuk melihat wajah Nanda.

Namun pejaman mata Nanda lebih di pererat.

Lelaki itu menempelkan dua tangan nya ke punggung tangan Nanda.

"Hei, lo kenapa?" kata lelaki itu lembut namun juga terdengar khawatir.

Nanda menggeleng, "Jangan dekatin gue, pergi lo jauh-jauh!" bentak nya.

Lelaki itu menyipit, "Nan, ini gue Wisma, lo kenapa ha? ada yang nyakitin lo lagi?"

Setelah mendengar nama itu, Nanda membuka mata nya, lalu menurunkan tangan, menatap wajah Wisma yang berjarak 30 cm dari nya.

Dan sekarang Nanda merasa konyol akan tingkah laku yang dia ekspresi kan tadi.

 LASKAR [ COMPLETE ] ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang