32 - SEKEDAR RASA OBSESI ?

444 42 34
                                        

"Bagi gue cinta itu bullshits!"

-Nanda

***

Nanda memperhatikan setiap ranting yang tergeletak di tanah, tugas nya hanya melihat ranting yang sekira nya memenuhi kriteria dan memberi kan benda tersebut pada Zero, lelaki itu juga tampak sibuk mengumpul kan ranting untuk kayu bakar nanti.

"Zer, kek gini ?" Nanda menunjuk kan kayu yang ada di tangan nya ke Zero yang ada di belakang nya.

Zero menoleh kebelakang sebentar, "Kecil banget Nan" jawab lelaki itu.

Nanda membuang kayu di tangan nya tadi ke sembarang arah, "Yang ini?" tanya Nanda lagi.

Zero di buat menoleh lagi, "Bisa" jawab lelaki itu lagi.

"Ya udah, segini aja uda banyak nggak ?" tunjuk Nanda ke tumpukan kayu di hadapan nya.

"Gue setuju, hari juga uda sore" Zero berdiri dari posisi nya.

Nanda yang masih setengah duduk memungut kayu yang dia kumpulkan.

Krek.

"Aw!"

Tangan Zero dengan sigap menangkap tubuh gadis itu, tumpukan kayu-kayu yang sedang mereka angkat jatuh semua, tangan Nanda yang tadi nya memegang kayu-kayu itu sekarang memegang lengan baju Zero.

Bagaimana bisa Nanda seceroboh ini.

"S-sorry Zer, untung banget ada lo, coba kalau enggak udah jatuh gue, terus lecet kena kayu, kotor kena tanah" Nanda mendumel pada diri nya sendiri yang kini sudah berdiri dengan menumpu pada kaki nya.

"Lo sih, gak hati-hati banget, lain kali, jangan ceroboh kek begitu"

Nanda menggaruk tengkuk nya yang tentu saja tidak gatal sama sekali, pandangan mata nya jatuh pada seuntai kalung yang sangat familiar bagi nya.

Gadis itu mengalih pandang menatap leher Zero, dan kembali lagi melihat ke tanah, kemudian mengambil kalung itu.

"Punya lo bukan? kek nya lepas deh pas nangkap gue tadi" Nanda menyerahkan kalung itu pada Zero, Zero menerima nya.

"Oh ini, gapapa, bisa di pasang lagi nanti" jawab nya.

"Lo megang kayu gimana sih Nan, tangan lo sampe berdarah gitu"

Nanda memalingkan mata, menatap tangan kanan nya yang memang terluka.

"Luka kecil, gapapa lah, entar juga sem - aw !" Nanda meringis saat serpihan ranting kecil yang dia baru saja mau dia angkat mengenai luka itu.

"Tuh kan, biar gue yang bawa kayu nya, tangan lo siniin" pintah Zero.

"Mau lo apain? mau lo isep darah nya ? vampir lo hm" Nanda memperhatikan wajah Zero lamat-lamat.

"Iya sih, mirip-mirip vampir gitu" lanjut nya.

Zero tersenyum , "Udah siniin tangan lo" untuk kedua kali nya, Zero meminta hal yang sama.

Mau tidak mau, Nanda mengulurkan tangan nya, Zero mengeluarkan sapu tangan dari saku celana.

"Buat sementara, di pakein ini dulu, nanti pas di tenda, lo bisa obatin pake obat merah terus di hansaplasin"

Sementara Zero sibuk dengan tangan gadis itu, si gadis malah sibuk dengan ritme jantung nya yang tidak wajar.

Kenapa ini.

"Gue iket nya kekencengan nggak?"

Nanda menggeleng, "Nggak kok, gue rasa kita balik sekarang"

Zero mengangguk, lalu memungut semua kayu yang mereka jatuh kan tadi.

 LASKAR [ COMPLETE ] ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang