20 - MAYA ITU BERBEDA

710 65 20
                                        

⛓️Happy Reading⛓️

***

JAM ISTIRAHAT PERTAMA TIBA.

Semua siswa yang mengeluh lapar haus dan bosan segera merilekskan diri dengan berbagai macam aktifitas yang mereka nantikan sedari tadi.

Pergi ke kantin untuk makan dan minum atau sekedar berkumpul dan berbagi gosip atau membicarakan tentang pelajaran khusus nya untuk siswa siswi yang yang rajin, pergi ke WC, bertengger di bangku taman, atau diam di kelas untuk bermain gawai atau hal lainnya.

Maybe, mereka bisa pergi ke ruang musik atau perpustakaan? sesuai yang mereka inginkan.

"Temenin gue ke kantin dong May" ajak Nanda, tangan kanan nya menopang pipi kanan.

Maya sibuk merapikan meja yang berserakan karna buku, lalu meletakan buku-buku itu di laci.

"Gue kek nya mau ke perpus deh, masih harus minjem buku" jawabnya.

Nanda memainkan jari di permukaan meja, "ya elah, jangan kerajinan nanti bisa meninggal"

Maya menolehkan kepalanya kearah Nanda.

"Gak ada gue denger orang yang kerajinan terus meninggal"

"Iya belum ada, tapi lo mau jadi yang pertama ? biar viral."

"Lo nyumpahin gue mati?" Maya menatap Nanda dengan mata menyipit.

Nanda tertawa, tentu saja jawaban nya adalah tidak.

"Haha, ya enggak lah, bercanda gue , ya udah ke kantin bentar, istirahat kedua gue temenin lo ke perpus janji deh" Nanda membentuk jari nya menjadi huruf V , semesta juga tau jika wanita bar-bar yang duduk di samping Maya ini phobia dengan perpustakaan.

"Iya ni?"

"Iya, gak percaya amat" Jawab Nanda meyakinkan.

Maya mengangguk, walau dia sedikit tidak percaya, tapi mengisi perut terlebih dahulu bukan ide yang buruk.

Nanda berdiri dari duduk nya, di ikuti dengan Maya, lalu mereka beranjak dari kelas, pergi ke kantin untuk melaksanakan aksi nya.

"Wait deh May, itu Laskar dkk bukan ?" tanya Nanda, jari telunjuk nya mengarah ke penghuni meja nomor satu.

"Laskar dkk kan nongkrong nya di warung budhe iem, kok lari kesini ?" Maya balik bertanya.

"Samperin yuk May" ajak Nanda, tanda aba-aba gadis itu langsung menarik pergelangan tangan Maya tanpa persetujuan si pemilik tangan.

Tubuh Maya yang ditarik oleh Nanda secara paksa terus mengikuti arah jalan Nanda layak nya air mengalir.

Sampai tiba di titik terendah yang air itu tuju, dan di sinilah mereka berhenti, di meja dengan nomor 01 terpampang jelas di permukaan.

"Olla!"

Sapa Nanda semangat, tapi seseorang yang sedang menyeruput minumannya itu lebih semangat, Wisma.

Wisma segera berdiri, "Allo bebeb, sini-sini duduk"

Wisma memberi bangku nya untuk Nanda, tanpa membantah Nanda segera duduk disitu, jarang sekali hal seperti ini terjadi.

 LASKAR [ COMPLETE ] ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang