37 - TERPAKSA PERCAYA

422 41 43
                                        

"Nggak bakal gue lepas, gue jaga selama nya May, dan lo itu milik gue yang paling berharga"

-LASKAR

***

Laskar keluar dari kelas sepuluh menit sebelum bel jam istirahat pertama berbunyi, dia beralasan ingin ke toilet namun malah pergi ke kelas 'pacar nya', entah Laskar yang terlalu berlebihan atau memang begitu jika seorang lelaki serius dengan wanita nya?

Laskar berjalan santai melalui koridor-koridor kelas, sesekali menatap kelas-kelas yang masih sibuk dengan pelajaran-pelajaran membosankan.

Dalam hitungan detik dia tiba di depan kelas Maya, mengintip dari jendela untuk melihat gadis itu.

Maya tampak sedang mengerjakan soal yang ada di buku cetak nya dengan serius, gadis nya tampak cantik walau sedang tidak tersenyum.

Laskar menunggu beberapa menit lagi hingga bel berbunyi, menjentikkan jari nya lalu mengetuk-ngetuk jendela hingga mengundang perhatian beberapa murid yang duduk di dekat jendela.

Laskar berbalik menatap halaman sekolah nya yang luas dan tampak rapi, mata nya tidak sengaja menangkap seorang lelaki yang sedang menghisap rokok bersama dua teman nya, tentu saja di tempat yang tidak terlihat oleh guru.

Laskar menyengir melihat kelakuan tiga lelaki itu, mereka adik kelas Laskar, ingatan lelaki itu beralih pada diri nya yang dulu, yang sering membolos pelajaran dan pergi ke rooftop untuk menatap langit dan menghisap rokok.

Tapi sekarang dia sudah hampir tidak pernah melakukan rutinitas itu, ya semenjak mengenal Maya, dia melupakan kebiasaan buruk nya tanpa di perintah, dia yang dulu suka membolos jam pelajaran, merokok, membuat kerusuhan bersama keempat sahabat nya, terkadang mengikuti balap liar, dan melakukan perlawanan terhadap orang tua nya.

Namun yang sekarang, entah kenapa sifat buruk itu mulai menghilang.

"Power of love" dia bergumam kecil, menertawakan diri nya yang sudah menyandang peringkat anak baik sekarang, itu yang dia pikir.

Kata anak baik , baginya definisi anak baik itu ya diri nya yang sekarang, walau saat ini dia sedang membolos sepuluh menit pelajaran tapi itu hal biasa untuk seorang Laskar, dia tidak menganggap itu masalah atau semacam nya walau sekarang dia sedang berbohong.

Hanya 10 menit dan bagi nya tidak buruk untuk pergi istirahat lebih awal.

Bel istirahat berbunyi, semua anak keluar dari kelas, Laskar melihat di mana sosok yang dari tadi dia tunggu, namun tidak ada, sial nya dia malah di jadikan objek penglihatan oleh perempuan-perempuan yang kurang belaian ini, sangat memuakkan di tatap seperti ini, di senyumi dengan cara berlebihan bahkan ada saja yang mengedipkan mata.

Laskar ingin muntah sekarang.

Setelah dua tahun lebih menjadi most wanted Bina Bangsa, dia baru merasakan derita nya.

Laskar menunduk dalam, namun entah kenapa tingkat ke coolan nya semakin meraja rela, ini menambah lirikan kaum hawa yang lebih ganas, Laskar merutuki diri nya karna tidak berfikir dua kali untuk mampir kekelas Maya sebelum waktu nya.

Dan dia juga baru sadar jika perempuan waras di Bina Bangsa hanya dua, Maya dan Nanda.

Finish, Laskar menegakkan lagi kepala nya, menatap para gadis itu satu persatu dengan mata tajam dan wajah datar nya, bukan malah berpaling gadis-gadis itu malah semakin kegeeran karna Laskar menatap balik.

Menyudahi semua Laskar segera masuk ke kelas Maya, Sean yang berdiri di depan pintu menghalangi.

"Peje-peje" ujar lelaki itu, dia mendatarkan tangan nya di udara, mengisyaratkan agar Laskar memberi nya pajak jadian.

 LASKAR [ COMPLETE ] ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang