Reval : "Niat ngomen kek, minimal vote lah anjir, bentar lagi end dan lo pada nagih minta ekstra part gue sleding lo."
Sabar kak.................
^_^_^_^_^_^_^
"Baru ke sini, katanya kalo jadi mau langsung diambil."
Ica menerima ponselnya sekaligus memberikan bayaran. "Sibuk gue."
"Ck, sok lo. Itu dicek dulu, dan kayak biasa kalo dalem seminggu ada keluhan sama tuh hp dateng lagi aja."
Ica mengangguk pada teman laki-lakinya itu yang jadi pemilik konter. "Gue cabut, ya, kapan-kapan gue mampir."
"Siap!"
Ica berjalan ke mobilnya. Memeriksa ponselnya dulu sebelum menjalankan mesin.
Saat menyalakan data dan membuka aplikasi whatsapp, ia sangat terkejut seminggu lalu Adhis mengirimnya pesan...
Adhis Gabriella: happy new year to ugo and kk..
...dan bulir hangat berhasil lolos sampai menetes di layar, Ica terharu— sangat amat terharu.
Itu ... pesan pertama Adhis setelah enam tahun terakhir.
Papa is calling....
Ica mentralkan ekspresinya lalu batuk dibuat-buat untum mengecek suaranya kentara setelah menangis atau tidak. "Halo, Pa, kenapa?"
"Ugo drop lagi."
Lagi dan lagi ... adiknya harus masuk ruang operasi ....
🌝🌝🌝
Percaya atau tidak, Adhis sekarang berada di Kafe —tempat keramaian yang sa-ngat dihindarinya— bersama Elan. Hanya ber-du-a.
IYA BERDUA.
Adhis jadi ngeri sama dirinya sendiri. Kok mau??!
"Makan duluan, gue nanti." Elan menggeser piringnya untuk ditempati buku.
Adhis jadi mengernyit —sengit. Lagi-lagi notebooke kumpulan rangkuman untuk OSK itu.
Heran, padahal OSK baru selesai satu jam lalu.
Iya, jadi mereka ke Kafe untuk tujuan refreshing usai OSK kimia pagi tadi.
Adhis memandang pintu masuk, yang kebetulan ada Evan dan Deris yang baru saja datang sambil berdebat entah apa. Lalu disusul Sivia di belakang langsung memukul pundak mereka menengahi.
Adhis jadi tersenyum, namun detik berikutnya memudar. Mengingat hubungannya dengan Deris masih tak baik-baik saja.
Adhis sebenarnya tahu dari dua minggu lalu —tepatnya malam tahun baru— ada yang tidak beres dengan Deris...
"Yang diomongin mereka itu juga 'manusia baik'. Manusia yang gak sadar udah kelewat ba-ik malah, kelewat baik yang dengan bodohnya lempar celurit—"
...Dia sebenarnya tahu.
"Itu termasuk penganiayaan sekaligus pembunuhan membawa senjata tajam, kamu bisa bertahun-tahun dipenjara. Beruntung kamu punya papa."
...Dan dia ingat kejadian itu. Semuanya.
"Aku ... nggak bisa jadi saksi."
...Bahwa gadis itu adalah Deris Maharis.
Adhis jadi menghela napas kasar. Mengunyah makanannya cepat sampai tersedak. Lalu —entah nalurinya saja yang kepedean— Elan sigap menyodorkan minum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Si 'A'
Teen Fiction-Dia yang tak bersuara, penuh teka dalam lara- Berikut daftar keanehannya itu : 1. Notebook, yang isinya gambar liar adalah harta karunnya. 2. Rumput belakang sekolah, yang dikunjungi saat bel istirahat adalah surga dunianya. 3. Perkedel kentang, ya...
