62. Rasa Sakit Tidak Ada yang 'Mending'

233 30 0
                                        

"Namanya luka tidak ada yang mending. Tiap porsinya selalu ada rasa sakit tersendiri, dan yang lain tidak akan mengerti itu.

Karena yang lain hanya mengerti untuk membandingkan luka, dari sakit yang lebih dianggap luar biasa."

—Si 'A'—





"Ikut gue."

Adhis pasrah saja. Karena ia benar-benar sudah lelah —marah dengan semuanya.

Dan lagi-lagi harus dapat perlakuan aneh dari bossy ini.

Dibawa ke taman RS hanya untuk mengerjakan soal-soal UTBK.

"Kerjain," Elan memasang meja belajar lipat di depannya. "nanti gue kasih imbalan kalau dari 10 soal itu bener semua. Salah dua, boleh."

Adhis menaikkan alis. Siapa takut.

Hening selagi Adhis mengerjakan. Elan tersenyum tipis gadis itu lancar mengerjakan soal fisika kelas 12.

"Gue tahu lo bisa." Elan menyeletuk. Mengambil keranjang di ujung karpet untuk mengambil termos kecil dan teh. "Karena bagi sebagian orang, masa terdesak adalah masa fokusnya, termasuk lo sama gue."

Elan mulai membuat teh dengan wadah aqua gelas. Adhis mendengar itu sempat berhenti mengerjakan soal ke empat.

Namun di soal ke lima Adhis susah fokus kembali. Mulai merasa celetukan sok itu memberi efek berlebih.

"Selesai soal ke enam, minum dulu." Elan memberinya teh hangat. Menaruh di samping meja.

Beberapa menit berlalu Adhis akhirnya menyelesaikan sepuluh soal itu, bersorak dalam hati bisa mengalahkan rasa aneh yang menggebu di nadinya.

Dia mengaku bahwa emosionalnya jauh lebih baik.

Rasa ingin menyakiti diri itu gugur.

Aneh hanya karena mengerjakan soal, padahal seharusnya menambah emosional.

"Gue apresiasi ternyata bener semua," kata Elan menunjukkan senyum ramah —persis aura ketua OSIS jika ada di sekolah ... diberikan kepada semua orang.

Demi apapun ini pertama kalinya Elan senyum ramah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Demi apapun ini pertama kalinya Elan senyum ramah. Dan Adhis benci itu.


"Jadi imbalannya lebih dari yang gue rencanain," kata Elan lagi. Tanpa sadar sudah membereskan semuanya dan dia digenggam menuju arah parkiran.







🌝🌝🌝




"Bego lo ngirim chat gitu ke dia, hah?"

"Anjir denger dulu."

Si 'A'Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang