Bab 6 || Bertukar Jiwa?

151 26 85
                                        

Semoga suka🥰selamat menikmati
Jangan lupa vote+coment 🥰 krisarnya pun juga boleh

Semoga suka🥰selamat menikmatiJangan lupa vote+coment 🥰 krisarnya pun juga boleh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

Dua sosok gadis sedang duduk di bawah pohon rindang yang besar. Mereka menyiapkan beberapa hal untuk persiapan ulang tahunnya. Terkadang, salah satu di antara mereka mengabdikan momen itu, dengan mengambil foto.

"Na, lo yakin di sini?" Pertanyaan itu, terlontar dari mulut Afiya.

Dinara yang tadi berusaha meniup balon, kini menoleh memandang sahabatnya. "Udah berapa kali lo ngomong itu? Kita bakal rayain di sini."

Sungguh, Dinara tak habis pikir dengan sahabatnya itu. Dari tadi Afiya mengucapkan pertanyaan sama hingga membuatnya kesal. Namun, tak urung ia jawab dengan penuh kesabaran.

"Tapi, Na lo tahu sendiri 'kan? Kalau pohon ini punya cerita mistis," lontar Afiya memandang pohon rindang yang ada di atasnya.

Mendengar itu, membuat Dinara memutar bola mata malas. "Terus? Lo mau percaya gitu aja mitos itu?" Sejenak, Dinara memandang sahabatnya itu, serius. "Lo nggak usah takut. Itu cuman dongeng pengantar tidur."

Meski Dinara sudah menyakinkan Afiya, tetapi tetap saja dirinya merasa takut. Pasalnya, ia mudah sekali percaya dengan hal yang dianggap mitos. Membaca berita diartikel saja ia sudah merasa merinding, apalagi sekarang yang berada di bawahnya.

"Kenapa nggak di taman aja, sih kayak biasanya? Atau nggak kita ke Kafe Kartini?" Afiya masih saja bertanya membuat Dinara sudah benar-benar dibatas kekesalan.

"Fi, dengerin gue. Kita ke sini itu buat buktiin apa cerita mistis itu, benar-benar nyata atau cuman mitos. Gue juga bosan kali rayain di tempat itu-itu mulu," sahut Dinara membuat Afiya menghela napas berat.

Mereka berdua mulai duduk lesehan dengan tenang setelah semuanya selesai. Posisinya, mereka berdua duduk berhadapan dengan berbagai makanan yang sudah disiapkan, itu semua karena permintaan Afiya. Gadis gembul itu, masih saja memandang pohon rindang yang berada di atasnya. Ia berdoa mudah-mudahan saja artikel yang dibacanya hanya mitos seperti ucapan Dinara.

"Tadah!" pekik Dinara mengeluarkan sebuah kue ulang tahun yang dirias sedemikian rupa dengan lilin berbentuk tujuh belas di atasnya. "Ini, kue yang gue buat, tapi kali ini ada tambahannya, yaitu kedelai!" Dinara sengaja menambahkan bahan kedelai mengingat sahabatnya itu, sangat menyukai tempe yang terbuat dari bahan baku itu.

Setiap mereka berdua berulang tahun, pasti yang akan membuat kuenya adalah Dinara. Pasalnya gadis itu, sangat pintar membuat kue bahkan tak segan-segan membuat sebuah resep kue yang enak hingga membuat Afiya selalu merengek minta dibuatkan.

Melihat Afiya tidak senang membuat Dinara mengerutkan keningnya, tumben sekali. "Fi, lo kenapa, kok nggak seneng gitu? Apa lo udah bosen rayain ulang tahun sama gue mulu?" lontar Dinara yang langsung mendapat gelengan dari Afiya.

Dua Tuan Putri [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang