Bab 1 || Dia Dinara Dan Afiya

310 49 132
                                        

Hallo👋aku uptade lagiii. Jangan lupa vote dan coment. Butuh krisar juga bagi aku yang penulis amatir 😊

 Butuh krisar juga bagi aku yang penulis amatir 😊

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Sosok gadis cantik keluar dari mobil lamborghini dengan kacamata yang bertengger di hidungnya. Tubuh ideal, wajah bak bidadari, pintar, dan tentunya kaya membuat gadis itu dianggap paling sempurna di mata orang-orang.

Ia berjalan layaknya model di sepanjang koridor utama. Bisik-bisikan dari murid-murid SMA 712 mulai terdengar dikedua indra pendengarannya. Gadis itu, sudah dianggap sebagai mostwanted girls di sana. Banyak yang memuji, iri, bahkan ada yang juga mencibirnya karena mengira jual mahal, tetapi itu semua tidak penting bagi dirinya.

"Dinara!"

Sebuah suara teriakan yang sangat dikenalinya dari arah belakang membuatnya menoleh memandang sosok gadis yang berlari ke arahnya. Melihat itu, ia melepaskan kaca matanya, lalu berlari ke arah sahabat karibnya itu.

"Afiya!"

Murid-murid sontak menoleh memandang ke arah dua gadis itu yang sedang berpelukan seolah mereka baru bertemu setelah sekian lama. Padahal mereka setiap hari bertemu, apalagi tetanggaan. Mereka saja yang terlalu lebay!

"Nara, lo tega banget ninggalin gue!" rajuk Afiya melipatkan kedua tangannya di depan dada, berpura-pura ngambek.

Sudah Dinara tebak bahwa sahabatnya itu akan ngambek. "Bukanya mau ninggalin lo, tapi lo itu lambat banget kayak siput," sahutnya mengingat Afiya yang sangat lama jika bersangkutan dengan makanan.

Setelah pembicaraan itu, tidak ada lagi obrolan membuat Dinara menghela napas berat. Sahabatnya itu, kalau ngambek lama juga. Dengan terpaksa ia menarik tangan Afiya untuk kembali berjalan membuat si empunya terkejut.

"Nggak usah ngambek." Ucapan dari Dinara tidak membuat Afiya luluh. "Nanti gue traktir lo sepuasnya," lanjut Dinara yang langsung mendapatkan respons cepat dari sahabatnya.

"Bilang dong dari tadi. Kalau begini, mah, gue nggak usah pura-pura ngambek," lontar Afiya keceplosan.

Dinara menggelengkan kepalanya. Tidak dapat dipungkiri Afiya itu sungguh jahil sekaligus tukang makan. Tidak tanggung-tanggung bahwa Afiya makan dalam sehari bisa sampai lima kali itupun dia makan terlalu banyak hingga berat badannya langsung naik 72 kg. Gila banget! Dari dulu dia katanya ingin diet, tetapi sampai sekarang belum pernah dilakukan oleh sahabatnya itu.

Di sepanjang mereka berjalan banyak yang berbisik mengenai fisik Afiya yang gemuk dan jerawatan. Bahkan secara terang-terangan ada yang membanding-bandingkan Afiya dan Dinara bahwa mereka berdua tidak cocok jadi sahabat apalagi berjalan berdampingan. Dinara yang cantik dengan Afiya jelek bagaikan upik abu bersama sang bidadari di mata murid-murid.

Tentu, Afiya sakit hati mendengarnya. Ia memang sangat burik, berbeda dengan sahabatnya yang begitu cantik. Jujur, ia sangat insecure jika berjalan berdampingan dengan Dinara.

Dua Tuan Putri [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang