Remaja-Fantasi
Dinara dan Afiya adalah dua gadis yang sudah bersahabat sejak kecil. Dinara yang merupakan gadis cantik dan mempunyai tubuh ideal membuat ia diberi gelar sebagai mostwanted girls. Namun, berbeda dengan Afiya yang bertubuh gemuk dan je...
Aku kembali 🎉Jadi, gini, ya aku up seminggu satu kali dan itu, setiap malam Jum'at, ya. Jadi, tetap tungguin aja karena insyallah aku bakal segera tamatin cerita ini. Mungkin beberapa part lagi. Sekitar 50 an atau 60 an cerita ini bakal end💃
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Berada di depan SMA 712 membuat Dinara bersedih saja. Ia sudah dua tahun lebih bersekolah di sini bahkan sebentar lagi hari kelulusan. Namun, entah mengapa sebuah badai datang dan menghancurkan segala mimpi yang ia punya.
Di sekolah ini tersimpan banyak kenangan, baik itu buruk atau indah. Semuanya ia jalani dengan semangat berharap bisa mewujudkan semua impiannya, tetapi semua hilang hanya karena dirinya tiba-tiba saja difitnah.
Ia harus merelakan dirinya untuk di keluarkan dari sekolah meski ia tidak bersalah. Namun, tetap saja semua bukti mengarah ke padanya. Tidak ada yang percaya.
Ia sama saja menghancurkan harapan semua orang. Mama, papa, mama Nada, bi Surti yang menginginkan dirinya sekolah bersungguh-sungguh hanya bisa menjadi seorang yang sukses di masa depan nanti. Sekolah di hadapannya itu adalah sekolah yang ia percayai untuk mewujudkan segalanya. Namun, ternyata sekolah itu yang mematahkan segalanya. Kini, ia tidak mempunyai semangat lagi. Ternyata sia-sia saja perjuangannya selama ini.
Ia belajar pagi, siang, malam hanya untuk mengejar impiannya. Ia bersemangat bersekolah, belajar, mengikuti berbagai olimpiade hanya untuk itu. Capek-capek ia membangun semuanya, tetapi ia tidak mendapatkan hasil apapun. Dua kali dirinya dipatahkan.
Dinara mengembuskan napas berat. Pagi ini ia bermaksud ingin bersekolah seperti biasanya. Datang untuk belajar. Namun, ia tahu diri. Sekarang, ia bukan salah satu murid di sekolah itu. Namanya pun pasti sudah tercoret di daftar murid.
Gadis itu memakai seragam SMA 712, sepatu, tas pokoknya lengkap seperti biasanya. Ingin masuk, tetapi tidak mungkin. Ada satpam di sana yang menjaga. Jika ia nekat masuk dirinya bisa-bisa dilaporkan. Semua orang di sana pasti sudah tahu dengan dirinya. Setelah insiden kemarin berita itu sudah tersebar di mana-mana. Ia pasti masih menjadi perbincangan hangat murid-murid di dalam sana.
Asyik-asyiknya memandang sekolah favoritnya itu, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan suara klakson mobil yang tidak jauh darinya. Ia menyempitkan matanya. Ternyata itu, mobil Azlan.
Dirinya masih mempunyai urusan dengan Azlan dan mungkin ini saatnya ia harus selesaikan. Tanpa berpikir panjang ia sontak berlari ke arah mobil Azlan, tetapi sayang sekali mobil cowok itu sudah lebih masuk ke dalam. Ia tidak bisa apa-apa.
Padahal hampir saja ia bertemu cowok itu. Bagaimanapun caranya ia harus menyelesaikan semua permasalahan bahwa bukan ia mengambil jam tangan cowok itu. Dirinya bukanlah seorang maling. Namun, bagaimana caranya ia masuk?
Tiba-tiba saja terlintas sebuah ide. Dinara langsung saja melangkah ke arah belakang sekolah. Di sana ia bisa masuk dengan mudah tanpa ketahuan siapapun. Pasalnya di belakang sangat jarang sekali murid-murid berkeliaran.