*This is special, though, cuz it's Ary's mother's POV.
Tengku Liyana's POV :
"You... you still remember the kind of person I used to be, don't you, ma?"
Aku terkedu
"Caro..." sungguh aku hilang kata.
Aku menggeleng perlahan.
"Do you remember?"
Gadis itu menyoal lagi, merenungku lama.
Dalam sekelip mata, memori hitam gadis ini kembali terlayar di ruang kepalaku.
Waktu-waktu kelam gadis ini berubah menjadi seseorang yang tak mudah untuk diubah. Saat dimana Ary mendapatkan gelarannya yang sekarang.
Iblis Merah.
Kenapa perlu disebut semula sisi hitam itu?
"Ary, ke-"
"That shit was a part of me."
Setiap apa yang pernah dilakukan gadis itu kembali diulang tayang tanpa henti. Bercampur semuanya memenuhi ruang mataku.
ITALY
"Non farlo! Per favore!" (Jangan! Tolong lah!)
Zupp!
"Ergh-"
Membulat mataku melihat darah merah pekat yang memancut keluar tanpa henti saat pisau belati tajam milik Ary membelah rahang kiri gadis berbangsa Itali itu.
Bukaan lebar terhasil di pipi gadis Itali itu apabila pisau belati yang digunakan Ary ditolak laju membelah mulut gadis malang itu.
Menangis bisu si gadis menanggung kesakitan yang teramat sangat.
Gadis itu cuba memegang bahagian rahang dan tepi mulutnya yang sudah terbuka luas, namun kembali menangis kesakitan.
Pelakunya tersenyum sinis.
Di balik mata hazel memukau gadis itu, aku lihat api kemarahan yang menggunung tinggi.
Batang rokok yang masih terselit malas antara bibirnya disedut lagi sebelum kembali menghembuskan asap putih ke udara.
Tanpa kata, rambut panjang mengurai milik gadis Itali yang sedang melutut di kakinya ditarik kasar supaya kepala gadis itu terdongak memandang wajahnya.
Gadis itu mengerang perlahan.
"P-Per... f-favore..." (Tolong...)
"Erhh!"
Jantungku berdegup laju mendengar erangan sakit gadis Itali itu.
ANDA SEDANG MEMBACA
Young Blooded Mafia
Mistério / SuspenseWARNING : This story contains very strong language, drug abuse, and little torturing that might not be suitable for those who are underage. Read at your own risk though, you've been warned. ***** "There's still some time left for you to take a step...
