"Terkadang Lia merasa iri ketika melihat orang lain dapat bahagia bersama keluarganya, sementara Lia hanya bisa tersenyum disaat hati ini terluka"
Lia duduk di meja makan sambil memperhatikan makanan di depannya. Lia hanya ingin keluarganya kembali menganggap dirinya ada. Lia mengambil makanannya dan mulai makan
Sebenarnya Lia masih bingung. Apa benar hanya karena Lia bodoh keluarganya tidak menganggap dirinya? Padahal bila di perhatikan kembali Lia termaksud anak yang pintar karena Lia termaksud murid yang terpintar ke lima di kelasnya. Tapi kenapa keluarga seperti kurang puas? Sebenarnya Lia juga kurang ingat dengan kenangan saat Lia masih kecil. Lia hanya tau dari Sara, Sara bilang 'dulu kamu itu di sayang sama ayah, bunda dan juga kakak, tapi semenjak kamu bodoh, mereka jadi gak sayang sama kamu'
Padahal sebenarnya
"jadi dari hasil DNA anak ibu adalah yang ini" ucap suster itu sambil menyerahkan bayi perempuan yang di beri nama Sara
Ibu Lia menatap bayi itu. Seperti ada rasa ragu melihat bayi itu, ibu Lia tidak percaya bahwa ini adalah anaknya tapi hasilnya bayi ini adalah anaknya jadi ibu Lia menepis pikiran itu
Ibi Lia menggendong bayi itu dengan kasih sayang dan mengecup kening bayi itu
"maaf bu, tapi bagaimana dengan bayi yang satunya"
Ibu Lia menatap ke arah ayah Lia untuk memberikan jawaban
Ayah Lia mengambil bayi itu dari gendongan suster "saya akan mengangkat bayi ini menjadi anak saya"
"baik pak, kalo begitu saya pergi" ucap suster itu lalu pergi dari ruang rawat ibu Lia
"ayah kenapa mau mengangkat bayi itu" ucap kesal ibu Lia
"ayah kasihan sama dia bu"
"ya udah ayah boleh mengangkat bayi itu tapi ayah gak boleh sayang sama anak itu" ucap ibu Lia lalu menatap kesal ke arah bayi tidak bersalah itu
Ayah Lia hanya menghela nafas lalu menganggukkan kepalanya
Maafkan aku Ela. Batin ayah Lia
.....................................................
Setelah makan Lia melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Lia membaringkan badannya di kasur lalu menutup matanya. Hingga akhirnya Lia tertidur
...
Lia keluar dari kelasnya dan seperti biasa Farel sudah menunggu dirinya di depan pintu
"bisa pergi gak? Lia mau pulang" ucap Lia sambil mendorong tubuh Farel
Farel tetap mempertahankan badannya agar tidak terjatuh. Farel memegang tangan Lia dengan kuat lalu menarik tangan Lia menuju gudang . Sedangkan Lia berusaha untuk melepaskan tangan Farel yang menggenggam pergelangan tangan Lia.
Sampai di gudang Farel membuka pintu gudang dan menarik kuat tangan Lia lalu menghempaskan tangan Lia dengan kuat hingga membuat tubuh Lia terdorong ke dinding gudang
"akh" Lia memegang tangannya yang terasa panas dan juga Lia merasakan sakit di punggungnya akibat benturan
Farel dengan cepat menutup pintu gudang dan berjalan ke arah Lia dengan senyum iblis di bibirnya. Sedangkan Lia menatap Farel dengan tatapan takut. Lia takut saat melihat Farel seperti ini. Lia takut kejadian tiga bulan lalu terulang lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
don't hurt Lia (end)
Mystère / Thriller"lo itu cuma milik gue Lia, cuma gue, gak ada yang boleh ambil lo dari gue" tekan Farel "sakit kak" lirih Lia dengan mata berkaca kaca "bilang kalo lo cuma milik David Farel Bramasta" ucap Farel lalu menjambak lebih kuat rambut Lia hingga membuat...
