Hari-hari berlalu hingga kini sudah waktunya Lia melahirkan
Farel menunggu Lia dengan cemas di luar ruangan. David, El, Aska, Arfa yang harusnya berada di tempat kerja untuk meeting penting langsung menundanya karna ingin melihat Lia
Bila saat seperti ini semua orang pasti merasa ingin menjadi seperti Lia karena di perlakukan layaknya seorang ratu oleh lima pria tampan. Tentunya semua yang Lia dapatkan sekarang tidak mudah. Banyak masalah yang harus Lia dapatkan sebelum sampai pada titik ini
Farel yang awalnya menjadi salah satu sumber kesedihan dan masalah Lia ternyata sekarang malah menjadi seseorang yang paling berharga di dalam hidup Lia
Bahkan Reza, Riski dan Adam bersama istrinya juga langsung menuju ke rumah sakit hanya untuk melihat dan memastikan Lia baik-baik saja
Tidak lama kemudian. Terdengar suara bayi menangis. Detik itu juga Farel meneteskan air matanya
Dokter keluar dari ruangan "syukurlah ibunya dan anaknya selamat dengan bayi yang keluar dengan keadaan sehat" ucap dokter itu dengan senyuman
Mendengar ucapan dokter bahwa Lia selamat membuat Farel semakin gembira. Lia selamat? Lia selamat, Lia tidak berakhir seperti ibunya
David memeluk Farel "ayah sudah katakan bahwa Lia pasti bisa dan sekarang sudah terbukti"
"jenis kelaminnya apa dok? " tanya El dengan antusias
"laki-laki" jawab dokter itu "setelah suster keluar, nona Lia sudah bisa di jenguk tapi jangan berisik, takut mengganggu nona Lia"
"baiklah kalau begitu saya permis" ucap dokter itu lalu keluar
Farel mengusap air matanya "Lia selamat"
David melepaskan pelukannya "kasih nama apa nih? "
"lebih baik menunggu Lia sadar dan kita bisa bicarakan namanya" ucap Arfa
...
Lia menatap bayi yang berada di gendongan Farel dengan cemberut. Bukan karna tidak suka dengan bayinya tapi karena bayi itu sangat mirip dengan Farel bukan mirip sepertinya
Padahal Lia yang hamil dan melahirkan tapi kenapa anaknya malah mirip dengan Farel. Sungguh tidak adil bagi Lia
"Lia kenapa kok gitu mukanya? " tanya Arfa
Lia memajukan bibirnya "padahal Lia yang hamil tapi kok anaknya mirip sama kak Farel, harusnya mirip sama Lia dong"
Farel terkekeh dan menaruh bayi itu di tempat bayi. Farel mengecup kening Lia "sayangnya Farel yang cantik. Farel itu ayahnya jadi wajar kalo mirip"
Lia mengecup pipi Farel juga "iya iya"
Kecupan kecil di pipi Farel membuat senyum Farel melebar. Biasalah Farel akan menjadi seperti orang gila bila di cium Lia
El tertawa kecil melihat tingkah Farel. Begitupun dengan David, Arfa, dan Aska
"lebih baik sekarang kita keluar dan membiarkan mereka menikmati waktu berdua" ucap David yang membuat mereka berjalan keluar
"kak Farel"
"apa Lia? "
"susu stroberi"
Farel menghela nafas panjang "iya Lia nanti ya.. "
Lia mengangguk
KAMU SEDANG MEMBACA
don't hurt Lia (end)
Mystery / Thriller"lo itu cuma milik gue Lia, cuma gue, gak ada yang boleh ambil lo dari gue" tekan Farel "sakit kak" lirih Lia dengan mata berkaca kaca "bilang kalo lo cuma milik David Farel Bramasta" ucap Farel lalu menjambak lebih kuat rambut Lia hingga membuat...
