Lia duduk di depan ruangan di mana Rafael sedang di tangani oleh dokter. Baju indah miliknya sudah kusut dan bagian bawah gaun berwarna biru muda itu terdapat noda
Rambut panjangnya yang sudah di tata serapi mungkin kini acak acakan. Lia tidak tau kenapa Leo tega melakukan semua ini?
Bila di pikir pikir, Leo tega atau tidaknya itu sudah jelas. Bahkan Lia juga Leo lukain, padahal Leo mencintai Lia
El memberikan sekotak susu stroberi ke Lia "Lia minum dulu ya"
Lia mengangguk lalu mengambil minuman itu "makasih El"
El duduk di samping Lia. Tangannya menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Lia. Masih terlihat cantik walaupun make up di wajah Lia sudah rusak
"di dalam itu kak Rafael" ucap pelan Lia
El mengangguk "iya, aku tau"
Lia menghela nafas panjang. Lia meminum sekotak susu itu dengan sedotan
El mengusap bahu Lia "Rafael itu lebih kuat dari Farel jadi pasti mereka selamat"
Lia tersenyum tipis "makasih El" Lia menyandarkan kepalanya di bahu El
Tes
Matanya mengeluarkan air mata lagi. Harusnya ini menjadi hari yang sangat bahagia bagi dirinya tapi malah menjadi seperti ini
"kak Leo jahat banget kan? Dulu, El yang di pisahkan sama Lia. Sekarang kak Farel"
El diam mendengarkan Lia berbicara. El ingin tau isi hati Lia yang sebenarnya
"tapi anehnya, Lia gak bisa benci sama kak Leo. Padahal sudah jelas banget kalo kak Leo adalah salah satu sumber kesedihan Lia" Lia mengusap air matanya
"Lia harus apa? Lia harus bagaimana biar kak Leo gak begini terus? "
El menggenggam tangan Lia "tidak ada yang perlu Lia lakukan. Lia hanya perlu diam dan ikuti alur yang sudah di buat"
Lia menatap tangannya yang di genggaman oleh El "Lia capek"
...
Plak..
Satu tamparan melayang dari Cery ke pipi Leo
"MAKSUD KAMU APA APAAN LEO? KAMU MAU MATI? KAMU LUPA? HAH, LUPA? lupa kalo sekarang mereka jauh lebih dari kamu"
Leo memegang pipinya yang terasa panas "kenapa? Aku bakal terima semua risikonya, asal Lia jadi milikku"
"stres kamu. KAMU GILA LEO" Cery memegang kepalanya
"IYA, AKU GILA KARENA LIA" bentak Leo sambil menodongkan badannya ke Cery
Cery sedikit mundur dari Leo. Cery mengacak acak rambutnya. Cery terkekeh "semua pejuang kamu hingga sampai sekarang, semua ini bakal hilang"
"IYA, AKU TAU CERY. Semua risikonya bakal aku tanggung tapi cuma satu. Aku mau Lia...."
Cery duduk di sofa. Memegang kepalanya yang pusing. Tidak ada cara lain agar Leo tidak stres. Sepertinya memang hanya Lia, obat dari semuanya
Leo memundurkan tubuhnya hingga di dinding. Tubuh Leo merosot hingga terduduk di lantai. Tangannya bergetar dan Leo akhirnya memilih untuk membenamkan kepalanya di antara kedua kakinya
Cery yang melihat itu langsung saja menghampiri Leo. Cery memeluk tubuh Leo
"maaf... Maaf karna aku belum bisa ngertiin kamu"
KAMU SEDANG MEMBACA
don't hurt Lia (end)
Mystery / Thriller"lo itu cuma milik gue Lia, cuma gue, gak ada yang boleh ambil lo dari gue" tekan Farel "sakit kak" lirih Lia dengan mata berkaca kaca "bilang kalo lo cuma milik David Farel Bramasta" ucap Farel lalu menjambak lebih kuat rambut Lia hingga membuat...
