Farel masih setia duduk dengan memegang tangan Lia yang sedang tertidur lelap. Hingga gerakan kecil dari tangan Lia membuat senyum Farel mengembang
Jari jari kecil Lia mulai bergerak tapi mata Lia belum juga terbuka membuat Farel kecewa akan itu
Tiba tiba dokter datang
"tadi jari Lia bergerak"
Dokter mengangguk "berarti sudah ada perkembangan"
Dokter mendekati Lia dan memeriksa Lia. Setelah sudah dokter pamit keluar dari ruangan Lia
Kini gantian El yang masuk ke dalam ruangan Lia membawakan makanan untuk Farel tentunya. El meletakkan piring berisi makanan itu di meja
"makan dulu bang, nanti kalo lo sakit. Siapa yang mau jagain Lia lagi? "
Farel berdecak lalu mengambil piring itu dan segera memakan nya. Sedangkan El memperhatikan Lia dengan saksama
"cepat bangun Lia, abang gue stres liat kamu kayak gini. Jangan sampai dia nanti gila gara gara kamu Lia"
Farel memukul bahu El "lo ngapain, ngomong sama Lia pake aku kamu. Ingat Lia milik gue"
Tak
El menjitak kepala Farel
"iya iya goblok, gue juga gak bakal ambil Lia. Yaaa kalo Lia nya mau sama gue.... Gue bisa apa? "
Farel menatap tajam El "ngomong apa lo? Ulangin"
"KALO LIA MAU SAMA GUE, GUE BISA APA? YA JELAS GUE JUGA MAU" ucap El menekan setiap katanya
Farel menaruh piringnya di meja dan berdiri "durhaka lo jadi adek"
El memutarkan matanya "apa peduli gue? "
Farel memegang kerah baju El
"santai bang, tu liat Lia lagi sakit" ucap El melirik Lia "Masa lo mau adu kekuatan di sini" lanjutnya
Farel melepaskan tangan dari kerah baju El. Farel kembali duduk dan menghela nafas panjang
El berjalan mundur dan keluar dari ruangan Lia. Namun sebelum pergi El berteriak "ahay Lia jadi punya gue" ucap El lalu lari terbirit birit
Farel menghela nafas panjang berusaha untuk tidak memusnahkan adiknya itu. Farel tidak habis pikir dengan cara pikir El, pada saat seperti ini bukannya memberi semangat kepada Farel tapi malah menggoda Farel agar tidak membunuh El
...
Di saat Lia seperti ini. Sarah dan Rafa malah menikah di hari ini juga. Mereka tidak merayakan secara mewah, hanya sederhana dan mengundang beberapa teman Rafa yang sama tinggal di negara ini
Sara terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna putih yang membentuk body nya. Rafa juga tampan dengan kemeja dan jas yang bewarna serasi dengan Sara
Mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Pasangan terlarang ini menjalankan pernikahan. Entah apa akibatnya nanti, kita tinggal menunggunya saja
Rafa memegang tangan Sara dengan lembut dan bibirnya terus tersenyum bahagia. Apa lagi saat ini Sara tampak lebih cantik dari biasanya
"Sara, aku senang sekali akhirnya bisa memiliki kamu"
Sara tersenyum "aku juga mas"
Rafa mendekatkan wajahnya ke telinga Sara dan membisikkan sesuatu "Sara ayok ke kamar"
"di sini masih ada orang mas"
"mereka pasti mengerti kok" ucap Rafa lalu berdiri dan memegang tangan Sara agar ikut bersamanya
KAMU SEDANG MEMBACA
don't hurt Lia (end)
Misterio / Suspenso"lo itu cuma milik gue Lia, cuma gue, gak ada yang boleh ambil lo dari gue" tekan Farel "sakit kak" lirih Lia dengan mata berkaca kaca "bilang kalo lo cuma milik David Farel Bramasta" ucap Farel lalu menjambak lebih kuat rambut Lia hingga membuat...
