"Kita punya cara sendiri-sendiri untuk bertahan hidup tanpa adanya seseorang yang kita sayangi. Sebagian orang bertahan dengan memori. Sebagian lagi justru terluka karena memori"
Leo memegang pisau yang akan Leo gunakan untuk membunuh Farel. Leo tidak bisa biarkan Farel mengambil miliknya, Lia hanya miliknya dan sampai kapanpun akan sama
Semua yang menghalangi jalannya untuk bersama Lia harus di musnahkan. Saat ini Farel tidur di kamar tamu dan Lia ada di kamarnya sendiri
Leo membuka pintu kamar yang di tempati Farel dengan hati hati. Leo bisa melihat jelas Farel yang tertidur, Leo mendekat dan mengarahkan pisau nya ke dada Farel
Leo mau menusukkan ke dada Farel tapi Farel lebih dulu memegang pisau itu
"kau kira saya tidak tau dengan rencana busuk mu?"
Leo tersenyum miring lalu memutarkan pisau itu yang di pegang Farel yang menyebabkan telapak tangan Farel yang memegang bagian tajam pisau itu menjadi mengeluarkan darah
Farel meringis
"ck kau sangat lemah"
Farel memejamkan matanya, sepertinya sekarang Farel membutuhkan Rafael untuk saat ini karna Rafael lebih kebal di banding Farel. Rafael membuka matanya lalu tersenyum smirk
"hai ketemu lagi pak tua"
Leo menyipitkan matanya bingung karna seperti ada yang berubah dari Farel dan benar saja matanya berubah menjadi warna biru
Leo tersenyum tipis "alter ego? hm menarik. Mari kita buktikan siapa yang paling berhak untuk mendapatkan Lia"
Rafael tersenyum lalu menarik kuat pisau itu hingga sekarang hanya berada di tangannya. Darah yang di keluarkan dari telapak tangannya hanya di anggap sepele karna Rafael tidak merasakan sakit sama sekali
"lihat lah sekarang pisau ini, sekarang berada di mana?"
Leo mengambil pistol yang berada di saku celananya "aku tidak sebodoh itu" ucap Leo lalu mengarahkan pistol itu ke kepala Rafael
Rafael memegang pisau nya di bagian yang tidak tajam. Rafael mengarahkan pisau itu ke kepala Leo "kita sama sama bisa mematikan satu sama lain, bila kita mati Lia akan bersama siapa?"
"jangan terlalu berharap banyak bocah, aku tidak mungkin bisa mati hanya karna kau"
"percaya diri yang berlebihan itu tidak baik pak tua" ucap Rafael sambil menggelengkan kepalanya "sungguh menyedihkan"
Dor...
Satu tembakan tepat di perut Rafael
Rafael meringis. Rafael memegang perut sebelah kirinya "loo....."
"kenapa? Aku sengaja tidak langsung menembakkan ke kepala mu karna aku ingin sedikit bermain dengan pendosa seperti kau"
Rafael melempar pisau itu yang dengan cepat Leo menghindar tapi karna kurang cepat pisau itu menjadi tertancap di lengannya
"akh.... Sialan kau"
Rafael tersenyum miring "pendosa? Kita sama sama pendosa hanya berbeda cara mencari dosa. Gue yang berdosa membunuh orang dan lo yang berdosa karna memiliki bisnis gelap" ucap Rafael lalu mendekat ke arah Leo dan mencabut pisau itu dari lengan Leo
"arghhhhh"
"ck lo lemah sekali" ucap Rafael lalu mendekat ke telinga Leo dan membisiki "kita buktikan siapa yang lebih berhak untuk mendapatkan Lia" ucap Rafael lalu hendak menusukkan pisau itu di perut Leo tapi Leo lebih dulu menghalang dengan tangannya
KAMU SEDANG MEMBACA
don't hurt Lia (end)
Misterio / Suspenso"lo itu cuma milik gue Lia, cuma gue, gak ada yang boleh ambil lo dari gue" tekan Farel "sakit kak" lirih Lia dengan mata berkaca kaca "bilang kalo lo cuma milik David Farel Bramasta" ucap Farel lalu menjambak lebih kuat rambut Lia hingga membuat...
