Lia tersenyum manis melihat Farel yang sedang memasak nasi goreng. Farel tidak mungkin menolak permintaan Lia agar di buatkan nasi goreng. Dulu saat masih di apartemen, Farel juga jago dalam hal memasak bahkan semua yang Lia makan saat itu adalah buatan Farel
Bila kalian melihat dari sisi baiknya Farel. Sebenarnya Farel ini tipe suami idaman. Bagaimana tidak idaman? Farel pengusaha sukses, bisa menjaga istrinya dengan baik, bisa melakukan apapun bahkan memasak, dan Farel juga tampan
Sangat idaman bukan? Iya tapi sikap Farel yang masih kasar. Sepertinya sikap itu perlahan bakalan hilang karena saat Lia hamil, Farel selalu sabar dan selalu menuruti permintaan Lia
Farel benar-benar tidak ingin Lia kenapa napa karena Farel takut Lia akan bernasib sama seperti ibunya. Farel tidak mau hal itu terjadi, oleh sebab itu, sebisa mungkin Farel jangan sampai menyakiti Lia
Farel meletakkan nasi goreng yang sudah jadi di meja makan. Farel juga membuatkan susu yang khusus ibu hamil untuk Lia
Farel meletakkan susu itu tepat di samping piring nasi goreng. Farel duduk di samping Lia
"silakan di makan, tuan putri"
Lia tersenyum manis "makasih ya" Lia mengambil sendok yang mulai memakan nasi goreng itu
Sambil menunggu Lia selesai makan. Farel mengusap buat apel untuk Lia. Sesekali Farel terkekeh melihat Lia yang makan dengan lahap
...
Semenjak lahirnya Fara. Rafa jarang pulang dan Sara hanya berusaha untuk sabar menghadapi sikap Rafa yang semakin hari semakin dingin kepadanya
Sara sangat menyesal telah menerima Rafa, harusnya Sara pergi sejauh mungkin dari Rafa sebelum dirinya akan terikat bersama Rafa
Ini adalah karma dari Tuhan untuknya karena melanggar. Saudara yang sedarah tidak boleh menikah
Rafa pulang dan membuang tas nya hingga mengenai kaca. Untung saja hanya retak sedikit
"BERENGSEK"
Sara menghela nafas dan berjalan mendekat ke arah Rafa
"ada apa lagi? "
Rafa melihat ke arah Sara dan mendekatkan wajahnya ke wajah Sara. Bibirnya di tempelkan ke bibir Sara. Sara sedikit terkejut tapi Sara tetap berusaha membalas ciuman Rafa. Rafa memperdalam ciumannya
Setelah Sara memukul pundak Rafa. Rafa melepaskan ciumannya. Sara memegang bahu Rafa
"mas.. "
Rafa memeluk Sara "aku butuh kamu"
Sara membalas pelukan Rafa. Mencium pipi Rafa
Sara yakin walaupun Rafa belum bisa menerima Fara tapi suatu saat Rafa akan menerima Fara karena Rafa tidak bisa meninggalkan dirinya. Sara juga tidak mungkin meninggalkan Fara
"Fara sedang tidur, kita bisa melakukannya" ucap Sara sambil mengusap rahang Rafa
"aku tidak bisa membohongi diriku lagi, rasanya sakit bila harus menjauhi mu" ucap Rafa lalu membungkam mulut Sara yang ingin mengeluarkan suara lagi
...
"Lia pelan-pelan jalannya"
Lia mendengus kesal "kak Farel ini nyuruh Lia terus, Lia jangan makan ini, jangan minum itu, jangan ini, jangan itu. Lia harus ngapain kalo gak boleh semuanya"
KAMU SEDANG MEMBACA
don't hurt Lia (end)
Mystery / Thriller"lo itu cuma milik gue Lia, cuma gue, gak ada yang boleh ambil lo dari gue" tekan Farel "sakit kak" lirih Lia dengan mata berkaca kaca "bilang kalo lo cuma milik David Farel Bramasta" ucap Farel lalu menjambak lebih kuat rambut Lia hingga membuat...
