"Ketika gagal, banyak orang memilih menjadi angin topan yang membuat orang lain susah. Jika kamu bijaksana, manfaatkan kegagalan itu sebagai sesuatu yang berguna bagi orang lain, seperti layaknya angin sepoi yang menyejukkan alam raya"
Reyhan masih bisa selamat karena kebetulan separuh anak buahnya berhasil melarikan diri dari pertarungan kemarin
Sekarang Reyhan sedang di rawat di rumah sakit yang sama dengan rumah sakit di mana Lia di rawat
Entah keberuntungan dari mana Reyhan itu selalu selamat saja dalam kejadian apapun. Padahal bila di ingat ingat Reyhan itu tidak pernah melakukan hal baik, hm mungkin pernah tapi sangat jarang
Reyhan lebih banyak melakukan kejahatan, pemerkosaan, mabuk mabukan, pacaran hanya untuk merasakan saja habis itu di buang, membuat banyak wanita depresi akibat kelakuan nya, dan banyak juga korban lainnya
Bila ada kejuaraan cowok terbajingan, terbangsat, terberengsek mungkin Reyhan lah pemenang nya
Beruntung sekarang tangan kanan Reyhan patah jadi bisa lama untuk pulih
...
Farel masih setia duduk di kursi dengan memegang tangan Lia. Semalam Farel juga hanya tidur dua jam saja
"cepat buka mata kamu Lia, Farel mau liat Lia senyum lagi"
"kalo Lia bangun Farel janji deh bakal turuti kemauan Lia. Lia mau Farel naik kuda kan? Farel turuti kok tapi Lia harus bangun dulu"
"jangan lama lama tidurnya Farel sendirian di sini. Lia juga mau jadi cinderella kan? Farel bisa belikan baju nya kok. Makanya Lia bangun yah"
Tak kuasa menahan air mata akhirnya Farel meneteskan kembali air matanya
Jujur saja Farel tidak menyangka Lia akan berkorban demi dirinya. Apa cinta Lia begitu besar untuknya? Bila itu benar tentunya Farel akan sangat senang
Tiba tiba ada yang menepuk bahu Farel "makan lah dulu"
Farel mengusap air matanya lalu melihat ke belakang "tidak usah"
"Lia pasti akan sedih bila tau kamu tidak makan karena dia"
"kau ini sebenarnya siapa sih? Kok bisa masuk dalam kehidupan Lia?"
Pria itu mengambil kertas yang sudah di lipat lipat, menaruhnya di tangan Farel "kalo Lia udah bangun, kasih ke Lia ya. Aku ada urusan sebentar" ucap pria itu lalu segera pergi dari sana
"eh..... Ahhh siapa sih sebenarnya dia" ucap Farel lalu memandang kertas di tangannya. Farel memasukkan kertas itu ke dalam kantong celananya
Farel melihat ke arah meja yang sudah terlihat bungkus makanan. Sepertinya pria itu sudah membelikan untuk Farel tapi Farel masih tidak berselera karena Lia sedari tadi belum bangun
Farel kembali duduk di kursi nya. Tangan Farel setia mengusap tangan Lia "cepat bangun cinderella"
"katanya mau jadi cinderella tapi kok tidur kayak putri salju hm? Mau di cium juga biar sama kayak putri salju?" ucap Farel lalu terkekeh
Farel mendekatkan wajahnya ke wajah Lia
Cup
Satu kecupan di bibir Lia
KAMU SEDANG MEMBACA
don't hurt Lia (end)
Mystery / Thriller"lo itu cuma milik gue Lia, cuma gue, gak ada yang boleh ambil lo dari gue" tekan Farel "sakit kak" lirih Lia dengan mata berkaca kaca "bilang kalo lo cuma milik David Farel Bramasta" ucap Farel lalu menjambak lebih kuat rambut Lia hingga membuat...
