01: Permulaan

210 49 17
                                        

Rintikan setetes demi setetes air mengalir melalui celah atap bangunan. Jalanan beraspal yang licin, permukaan tanah yang basah, genangan air berceceran. Itulah pemandangan yang terlihat akibat guyuran hujan deras semalam masih membekas. Untungnya sang matahari dengan berbaik hati bersinar terang tanpa hambatan, memberi kesehatan pada orang- orang yang menikmatinya.

Jalanan yang licin tak membuat seorang pengemudi moge(motor gede) biru menghentikan rutinitas nyeleneh nya. Bayangkan saja dimana saat pengemudi lain berhati-hati berkendara. Dia dengan santainya mengebut di tengah jalan, Seolah tidak peduli jika tindakannya bisa mengakibatkan nyawa sendiri terancam maupun nyawa orang lain.

Dari satu klakson hingga klakson lainnya berbunyi nyaring hanya untuk di tunjukkan pada pengemudi nyentrik satu ini. Entah apa yang di pikirkan pengemudi itu, mungkin ia ingin terlihat seperti King Of Jalanan atau Pembalap yang sedang melintasi sirkuit.

Si pengemudi moge biru tersebut kemudian memasuki area SMA GARUDA. SMA GARUDA adalah Sekolah terelit di kawasan tersebut bahkan juga termasuk ke jajaran No.2 sekolah terelit se-indonesia setelah SMA PRESIDEN.

Dikarenakan jam 7 pagi, halaman sekolah tersebut di penuhi murid berlalu lalang membuat pengemudi itu memelankan laju motornya.

"Eh liat deh guys, itu Ghibran" seru salah satu siswi yang berjalan di antara gerombolan teman se geng nya. Dia menunjuk si pengemudi moge biru dengan helm terpasang di kepalanya.

Walau tak terlihat wajahnya, moge Ghibran memang mempunyai ciri khas tersendiri dengan adanya sticker tengkorak besar di tangki bensinnya.

Teman se geng siswi itu juga menoleh ke arah yang ditunjuk kemudian berteriak histeris. Salah satu dari mereka menyenggol teman segengnya, "Eh eh kalian udah bawa bekal untuk Ghibran blom?? Gue mana ketinggalan lagi" keluhnya saat sudah mengobrak-abrik isi tasnya namun nihil, barang yang dicari memang ketinggalan.

"Untung gue bawa dong" ujar bangga siswi yang tadi di senggol sembari memamerkan kotak bekalnya ke temannya yang tidak bawa bekal. "Aishhhhh" umpat si teman tak bawa bekal.

Hampir seluruh kaum hawa di SMA GARUDA menoleh ke Ghibran yang sudah memarkirkan mogenya. Disusul teriakan histeris semakin menjadi ketika wajah Ghibran nampak jelas setelah membuka helmnya.

Menurut mereka, wajah Ghibran adalah anugerah Tuhan yang memang di ciptakan untuk menyejukkan penglihatan kaum hawa.

Ghibran yang merasa kalau dirinya sebentar lagi bakal di keroyok buru-buru masuk ke dalam sekolah. Lalu dia bersembunyi di salah satu pilar dan mendengus dalam hati.

Aelah ini fans gua makin hari jadi makin banyak aja, jadi serem kan gue ngeliatnya.

Kelegaannya tak berakhir sampai situ. Dia harus menghadapi kegilaan fansnya yang berada di gedung sekolah. Bak seorang artis terkenal, fans-fans pada mengerumbunginya.

Ghibran yang kwalahan, berjalan terus membelah kerumunan fans. Maniknya tak sengaja menangkap pemuda bertubuh tiang berlari menghampirinya. Sontak Ghibran melambaikan tangan pada pemuda tersebut, "Oy Cahyo udah di bawa kan kreseknya??" Teriaknya.

"Udah" sahut Cahyo sembari menunjukan barang yang di maksud.

Ghibran menghela nafas pada fans, "Nah khusus para Gremy yang lagi bawa kotak bekal di persilahkan masukkan bekal itu ke kresek yang disiapkan" Cahyo membentangkan sebuah kantong kresek besar itu.

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang