64: Rencana Baru

14 3 5
                                        

❄️Happy Reading❄️

❄️☃️❄️

"Gue harus bagaimana?" Lirih pelan gadis berkulit putih pucat itu sambil menatap kalut pintu utama yang sebentar lagi mungkin akan di dobrak.

"Sembunyi njir! Jangan diam aja!!" Omel berat cowok di seberang walkie talkie.

"Kemana bego?!" Gemas Alea berusaha tetap sabar dan memelankan suaranya. Jika Alea tidak memahami keadaan, mungkin dia akan mengucap sumpah serapah dengan suara kencang melebihi suara toa kepada cowok menyebalkan yang satu ini.

"Bawa semua berkas penting terlebih dahulu!!"

Buru-buru, Alea kembali ke kamar Jenny. Namun pikirannya kembali dibuat bingung setengah mati begitu melihat banyak tumpukan berkas, entah yang mana, yang menurut cowok itu penting, "berkas yang mana?"

"Ambil semuanya njir!" Marah cowok itu.

"Tapi disini ada banyak berkas njir. Tangan gue cuma ada dua woy" rasa ingin berteriak makin bergejolak. Namun apa daya, Alea hanya bisa memendamnya karena dia berada dalam situasi yang rumit.

Terdengar helaan nafas pelas dari cowok seberang sana, "yaudah, cukup bawa aja berkas map warna coklat"

"Jangan lupa bawa laptop dan walkie talkie nya juga"

BRAKKK...

Gadis itu terlonjak ketika pintu utama sudah mulai di dobrak.

"Terus apa?" Sesudah gadis panik itu mengumpulkan semua barang yang disebutkan.

"Di sana pasti ada rak buku 5 tingkat kan? Coba lo raba-raba dinding polos di sebelah rak buku itu!! Kemungkinan ada sesuatu yang bisa membuka pintu rahasianya"

"Kemungkinan lo bilang?!" Gemas Alea pada cowok itu yang masih sempat-sempatnya bereksperimen tentang pintu rahasia atau apalah itu, apa dia pikir saat ini Alea tengah syuting main film mata-mata apa??.

"Lebih baik gue ngumpet di kolong tempat tidur daripada gue harus dengerin usulan gak jelas lo"

"Fine" tegas cowok itu menghela nafas berat sebab Alea tidak mau menurutinya, "tapi kalau ketahuan, jangan salahkan gue!! Apalagi orang organisasi itu tidak akan membiarkan orang keras kepala seperti lo hidup"

"Oke! Oke! "Alea merinding mendengar ancaman tersebut. Dia menurut dan meraba-raba dinding yang polos. Bahkan figura foto tidak ada yang dipajang di sekitar sana.

BRAKKK....

Dobrakan kedua menyeruak. Gadis pucat itu bergegas meraba-raba area dinding dengan cepat.

Kemudian, tidak sengaja kelima jari Alea menekan sebuah persegi yang bertekstur lembut semacam pop it yang mengganjal di area dinding.

Benar-benar ada.

Alea mengira hal amazing semacam itu cuma ada di film-film fiksi. Namun tak terduga, dia bisa melihat pintu rahasia yang keren itu secara nyata. Apapun hal yang berhubungan dengan Jenny selalu membuat dirinya kagum bukan kepalang.

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang