37: Gadis Angsa Merah

50 9 0
                                        

💎Happy Reading💎

💎🔮💎

Alea berniat ingin mencari keberadaan Jenny ke kamar kost-an namun selama pencarian ia bertemu dengan Arkan dan berujung cowok bermata elang itu menawarkan tebengan menggunakan motor besarnya.

Sekarang, gadis berkulit putih pucat itu memegang erat pundak Arkan karena cowok itu mengendarai secara ugal-ugalan di jalan raya bahkan saat detik-detik lampu lalu lintas hijau berubah menjadi merah, cowok itu nekat menerobos tanpa mengerem. Untung saja, cowok itu tidak ditilang oleh polisi. Kalau ditilang, urusannya bakalan lama.

Alea memukul pundak Arkan, "heh bisa gak kalau lampu berubah merah langsung ngerem gitu? Kalau ditilang polisi ntar gimana?" omel cewek itu berujung memberi nasihat.

Mata elang Arkan melirik wajah cantik Alea melalui kaca spion. Dia membuka kaca helm dan terkekeh, "tapi tadi kan gak ditilang"

"Ya tapi tetap aja!! Jangan diulangi lagi ya"

"Iya iya" Arkan mengalah dan menutup kembali kaca helmnya dan mengendorkan sedikit kecepatan laju motornya.

Setelah menempuh beberapa kilometer jarak akhirnya motor Arkan masuk ke dalam pekarangan bangunan yang dipenuhi kamar kost-an. Selesai motor besarnya terparkir, Alea beranjak turun disusul oleh Arkan yang menyusul turun setelah membuka dan meletakkan helm ke atas jok.

"Gue gak nyangka orang kaya dan anak pemilik yayasan seperti Jenny bisa tinggal di tempat seperti ini" celetuk Arkan melihat sekeliling bangunan yang kumuh itu.

Alea menyenggol sikut Arkan, "lo gak tau aja kalau Jenny sering berseteru dengan ayahnya hingga ia memilih kabur kesini untuk menyembuhkan lukanya dan hidup lebih baik. Kita gak bisa menilai kehidupan seseorang hanya dengan melihat dari luarnya saja. Seperti Jenny contohnya. Walau ia anak dari pemilik yayasan yang memiliki harta tujuh turunan namun siapa sangka ia memiliki banyak luka yang menggores hatinya dan ia pendam itu sendiri. Maka dari itu, kita diajarkan untuk bersyukur dengan kehidupan kita masing-masing"

Arkan menatap kagum Alea dengan ceramah panjang lebarnya yang membuat hatinya merasa tersentuh.

Alea menghentikan langkahnya ketika ia berdiri di depan pintu bernomor urut 51. Dia mengetuk-ngetuk pintu tersebut, "jen, lo ada di dalam?"

Alea mengetuk pintu tersebut lebih kencang lagi, "Jenny jawab gue!!"

"Apa perlu gue dobrak?" Tawar Arkan sambil menggulungkan baju seragam bagian lengan.

"Gak perlu" tolak Alea. Dia membuka kenop pintu yang tak terkunci, "pintunya gak dikunci"

Alea terkejut ketika kamar kost-an Jenny dalam kondisi berantakan. Gadis itu panik dan mencari-cari keberadaan Jenny kesana kemari namun ia menutup mulutnya dengan telapak tangan untuk berjaga-jaga agar menahan jeritan histerisnya ketika ia melihat cipratan darah di atas lantai.

"Ada apa?" Tanya Arkan khawatir melihat raut wajah Alea makin pucat.

Alea menunjuk ke bawah dimana noda darah berceceran di atas lantai. Arkan mengamuk dan mencari hampir ke seluruh ruangan namun hasilnya nihil hingga cowok itu menemukan satu-satunya ruangan dengan pintu yang rusak dengan banyak goresan dan terkunci dari dalam. Dia  menempelkan telinganya di depan pintu dan sekilas ia mendengar suara isakan dari dalam sana.

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang