63: Walkie Talkie

12 4 6
                                        

❄️Happy Reading❄️

❄️☃️❄️

"Emmm tante" Ghibran menegur ibu peramal sedang memperhatikan bola kaca setengah lingkaran, "gak ada ritual sembur-semburan kan ya?"

Ibu peramal itu terkekeh mendengar lelucon Ghibran, "enggaklah. Kamu pikir saya dukun apa?"

Hampir mirip sih - jawab Ghibran di dalam hati nurani.

Sekian lama menunggu....

Alea memandang Ghibran dan ibu peramal itu bergantian. Alea merasa dongkol karena dalam waktu 15 menit lamanya, kerjaan ibu peramal cuma memandang bola krystal itu.

Ini sebenarnya lagi ngapain sih??

"Kalian harus hati-hati"

Ghibran menegakkan punggungnya dan menatap serius perihal peringatan dari peramal tersebut, "ada apa?"

"Sekelompok orang sedang mengincar kalian. Mereka adalah orang-orang berbahaya"

Baik Ghibran maupun Alea sama-sama tercengang. Penglihatan peramal itu sesuai dengan keadaan yang mereka alami. Tidak salah lagi, sekelompok orang yang dimaksud adalah organisasi hitam itu.

"Seseorang seperti dia juga menjadi ancaman" tuduh peramal itu menunjuk Alea sebagai pelakunya.

"Hah? Aku?" Alea cengo menunjuk dirinya sendiri.

Ghibran tidak paham dengan omongan peramal barusan, "Alea? Apa maksudnya?"

"Tidak! Bukan gadis ini yang saya maksud" peramal meralat ucapannya yang membuat orang salah paham, "maksud saya------

Peramal mengode Ghibran dan Alea agar mendekat, "ada orang lain yang memiliki kelainan sama seperti dengan gadis ini"

Alea cepat tanggap, "mata ini ya?"

"Tepat" angguk peramal mengacungkan jempol, "tapi warna iris mata orang itu berbeda dengan gadis ini. Jika gadis ini memiliki iris mata biru laut dan coklat hazel. Sedangkan iris mata dia berwarna violet dan abu-abu"

Sejenak, Ghibran dan Alea saling bertukar pandang, "dia cewek apa cowok?" Tanya Ghibran semakin terhanyut.

"Entah. Tidak jelas gendernya apa. Namun saya cuma ingin peringatkan bahwa kalian harus extra waspada. Dia adalah pemimpin dari sekelompok orang itu. Dia bisa menyamar menjadi siapa saja. Warna matanya yang mencolok bisa disamarkan oleh lensa kontak"

"Lalu? Kalau saya? Apa benar saya mempunyai kemampuan semacam time traveller?"

"Iya" peramal mengangguk pasti, "kemampuanmu muncul setelah mengalami kematian lalu waktu kembali berjalan mundur. Saat itu, kamu bisa mengubah takdir. Orang yang berkelainan heterochromia dan time traveler memiliki hubungan keterikatan yang kuat. Maka dari itu, kalian berdua mengingat kejadian sebelum si time traveler mati.

Anggap saja saat waktu kembali mundur ke belakang, hanya time traveler dan orang kelainan heterochromia berperan sebagai tokoh utama. Jika mereka melakukan sesuatu yang menyimpang dari alur kehidupan time traveler sebelumnya. Maka, takdir ke depannya akan berbeda dan berubah.

Oh iya dan satu hal lagi, ketika time traveller dan orang kelainan heterochromia bersentuhan fisik di bagian tertentu. Biasanya pihak time traveler selalu merasakan sengatan aliran listrik atau semacamnya. Efek dari sengatan itu bisa memberikan pihak penerima mengingat memori atau kejadian, entah di masa depan maupun masa lalu. Sejauh ini, paham?!"

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang