14: Luka

72 23 1
                                        

💎Happy Reading💎

💎🔮💎

Sepeninggalan dari ruang musik, gadis berkulit pucat itu berjalan cepat melewati banyak kerumunan murid sedang menatapnya. Tidak semuanya sih, namun sebagian besar orang disana menatapnya dengan berbagai macam ekspresi. Sebagian banyak laki-laki menatapnya dengan tatapan suka atau tertarik. Berbeda dengan sebagian wanita menatapnya sinis. Sedangkan sisa murid lainnya adalah jenis murid yang tidak terlalu pedulian. Mereka lebih memilih mengurusi urusan mereka sendiri daripada ikut campur ke urusan orang lain.

Suasana koridor makin ramai membuat Alea pengap. Berusaha semaksimal mungkin agar tubuhnya tidak berhimpitan dengan orang lain. Karena di koridor itu banyak sekali banyak murid sedang bercanda, dorong-dorongan bahkan kejar-kejaran.

"Arrrghhhh aduh.." ringis Alea ketika dirinya jatuh karena tubuhnya ketabrak dengan salah satu siswi yang tadinya sedang bercandaan dengan temannya yang lain.

Untungnya si penabrak ini tidak satu spesies dengan sebagian cewek disana.

"Ahhh... Maaf ya kak Alea. Aku gak sengaja" ucap si penabrak bergegas bangun dari posisinya terduduk di lantai karena dirinya juga ikut terjatuh.

Adik kelas itu menjulurkan lengannya untuk membantu Alea berdiri. Tatapan yang diberikannya juga memberi kesan ramah. Berbeda dengan teman-teman adik kelas itu menatap Alea aneh bahkan ada yang berbisik-bisik.

Alea tersenyum lebar lalu menerima uluran tangan yang hangat tersebut, "makasih. Omong-omong kamu tau nama aku darimana?" tanyanya ramah.

Jari adik kelas itu menunjuk nametag yang tergantung di almameter yang Alea kenakan, "itu kakak pake nametag kan?".

Alea menepuk jidatnya pelan, merutuki kebodohannya yang membuat malu dirinya sendiri, mana sekarang lagi di tengah koridor dan banyak pasang mata yang melihatnya.

Bodoh banget lo Lea- batin Alea.

"Lagipula dari semenjak sebelum kakak datang kesini juga kakak udah terkenal banget dan saat itu jadi trending topic sekolah apalagi di grup chat sekolah dan lambe turah"

Hah?? Fakta macam apa lagi ini??

Rasanya Alea sekarang ini ingin menyumpal mulut ember orang yang membocorkan kedatangannya itu dengan segalon isi cabe rawit. Bayangkan saja, dari awal daftar ke SMA Garuda secara diam-diam. Dia sampai menyogok kepala sekolah untuk tidak menghebohkan kedatangannya agar dirinya tidak memberi kesan menonjol diantara murid lainnya. Niatnya bersekolah kesini untuk melakukan penyelidikan rahasia bahkan dia sendiri rela mengulangi masa SMA nya kembali. Padahal seharusnya di umurnya yang segini umumnya sedang kuliah di universitas. Namun kenapa sekarang yang terjadi berbanding terbalik dengan yang di rencanakan?. Alea menjadi murid terkenal membuat dirinya tidak bisa leluasa bergerak bebas di sekolah tersebut. Apapun yang ia lakukan pastinya akan menjadi sorotan banyak orang.

Shit, gagal dah rencana gue. Buat apa gue bertahan di sekolah ini - batin Alea merutuk.

"Yaudah ya kak. Aku pergi dulu. Duluan ya kak" pamit adik kelas itu berlalu pergi bersama teman-temannya

Alea kembali memasang ekspresi dingin pada satu per satu pasang mata yang melihatnya. Dia berjalan santai dengan kedua tangannya di masukkan ke saku almameternya.

"Heh berlagak sok banget lo anak baru"

Seorang cewek berambut hitam campur ungu datang bersama teman satu gengnya menghadang langkah Alea. Manik Alea memandang almameter cewek itu tidak tergantung nametag. Alea berdecak. Lagi-lagi dia harus berurusan dengan geng cewek alay seperti gengnya Airin.

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang