💎Happy Reading💎
💎🔮💎
Bugh!!
Baru saja Ghibran memijakkan kaki di sekolah namun sebuah pukulan telak mendarat di pipinya membuat cowok itu jatuh tersungkur.
Semua orang di sekitar parkiran hanya menonton aksi tersebut. Ghibran mengusap bibirnya yang sedikit robek dan mengeluarkan cukup banyak darah.
"Dasar pembunuh" maki seorang cowok bername tag Mingyu, dia adalah teman sebangku Niko dan sempat berkawan dengan Ghibran namun hal itu tak berlaku untuk sekarang. Dia melepas dasi dan membantingnya ke atas tanah. Cowok itu ingin meninju Ghibran lagi namun sekarang dirinya yang malah kena pukulan balasan tepat mengenai rahang. Mingyu jatuh terduduk di atas tanah.
Sedangkan Ghibran mengibas-ngibas telapak tangan serta menekuk kesepuluh jari dan lehernya ke samping, "kalau lo gak tau apa-apa, jangan asal nuduh brengsek" cowok itu mengangkat kerah seragam Mingyu untuk berdiri dan meninju lagi pipi Mingyu yang lebam seketika.
Tidak mau kalah, Mingyu bangkit kembali dan ingin menendang perut Ghibran namun tendangannya berhasil ditepis oleh Ghibran sendiri. Ghibran menendang perut Mingyu dimana cowok itu jatuh tersungkur dan mulutnya mengeluarkan muntah darah akibat tendangan Ghibran.
Tiba-tiba pak Iqbal selaku guru olahraga kelas Sains 2-1 berdiri di tengah-tengah mereka dan meniup peluit, "kalian ini ya udah gede!!! Kelakuannya jangan kayak anak paud lagi!! Emangnya mau saya balikin kalian kesana lagi? Sekarang kalian bu bar!! Bubar!!!" Suruh guru itu pada segerombolan murid yang sibuk menonton dan mereka pun membubarkan diri.
Ghibran dan Mingyu saling melempar tatapan tajam saat mereka berdua ingin berlalu namun pak Iqbal menghentikan langkah mereka, "Ghibran!!! Mingyu!!! Ikut saya ke ruang BK"
💎🔮💎
Dua kursi kayu panjang coklat yang letaknya saling berseberangan di duduki oleh kesepuluh murid kelas Sains 2-1 dan 2-2 yang saling melempar tatapan sinis bak menghadapi rival.
Salah satu kursi disana diduduki oleh Lisa, Jenny, Arkan, Sehun dan Cahyo sedangkan kursi di seberangnya diduduki oleh Yuna, seorang cewek dan ketiga cowok yang tidak diketahui namanya siapa.
Saat pintu kaca buram yang menjadi saksi perkelahian tatap mata sengit antara dua kubu itu terbuka sontak kesepuluh murid itu menoleh. Awalnya Ghibran yang keluar dari ruang BK lalu disusul Mingyu.
Langkah Ghibran terhenti ketika Mingyu memukul bahunya, "jangan harap gue bakal maafin lo gitu aja"
"Udah gue jelasin kan ke guru BK kalau gue sama sekali gak tahu kalau Niko memilih opsi bunuh diri" bela Ghibran.
"Penyebab dia bundir karena lo brengsek"
"Terus? Kalau seandainya gue gak menang lalu Niko yang menang. Apa lo mau kelas gue nyalahin Niko andai gue bundir karena dia?"
Mingyu tidak menjawab pertanyaan Ghibran. Dia melengos pergi keluar dari lorong pengap itu diikuti teman-temannya mengekor dibelakang. Semenjak saat itu tidak ada lagi interaksi yang ramah dan pertemanan antara kelas Sains 2-1 dan 2-2.
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}
Mistério / Suspense[AKAN DI REVISI SETELAH END] Ghibran Alvero Sanjaya, 17 tahun, seorang cowok populer se-antero 'SMA Garuda'. Memiliki paras tampan bak pangeran negeri dongeng, segudang bakat dan keluarga harmonis membuat semua orang yang mendengarnya merasa kagum d...
