💎Happy Reading💎
💎🔮💎
Tak perlu ditanya sebagaimana keadaan SMA Garuda saat ini. Dua mayat sekaligus ditemukan tidak bernyawa pada hari ini adalah kondisi yang menggemparkan untuk seluruh murid disana. Mereka yang ketakutan pun menelpon orang tua masing-masing untuk mengadu tentang kejadian hari ini.
Semaksimal mungkin upaya kepala sekolah menenangkan para muridnya tidak kunjung berhasil dikarenakan ketakutan dan rasa panik menguasai akal pikiran mereka secara penuh sehingga bicara sampai mulut berbusa pun akan percuma.
Alhasil masalah semakin diperumit ketika para wali murid datang untuk menuntut dan memindahkan anaknya ke sekolah lain dengan menggunakan alasan demi keselamatan.
Berbanding terbalik dengan suasana di luar yang ricuh. Di toilet wanita lantai 2 yang tenang, Jenny membasuh wajahnya dengan air keran lalu membilasnya dengan telapak tangan.
Dia menatap bayangan dirinya sendiri di pantulan cermin. Sebuah smirk tercetak jelas di bibir tipisnya.
Sama sekali tidak ada terlintas di pikirannya kalau kejadian seperti ini akan terjadi. Tapi di satu sisi, dia merasa bahagia melihat keterpurukan ayahnya yang pasti sedang stress menghadapi masalah yang dibuat oleh organisasi itu.
Ya. Organisasi brengsek itu.
Sama seperti kasus Mawar, Joy serta Yeri. Jenny yakin bahwa organisasi psikopat itu ada di balik kematian mereka bertiga.
Persamaan dari ketiga kasus itu ialah sama-sama melibatkan seseorang yang bukan bagian dari target menjadi tersangka utama. Terlepas dari kematian si target, si pelaku palsu pun menyusul tewas tak lama kemudian.
Contohnya seperti kasus Mawar, seorang pria yang diduga adalah pelakunya pun ikut tewas dalam kecelakaan mobil tersebut. Kasus kedua, kejadian hampir serupa yang dialami oleh Joy, dia tewas di dalam toilet dan pelaku yang sebenarnya menaruh senjata pembunuh ke dalam genggaman sahabat korban seolah-olah menunjuk Yeri adalah pelaku tunggal. Walau dia sempat siuman di uks, tak berapa lama kemudian dia tewas gantung diri di pohon beringin belakang sekolah, tempat yang jarang didatangi para oknum di sekolah ini.
Dari kedua kasus itu, seakan sudah membuktikan bahwa apa yang terjadi sekarang ini benar-benar sesuai perkiraan pelaku.
Namun yang menjadi pertanyaan kali ini adalah siapa yang memimpin organisasi itu??
Jika Ghibran yang memimpin maka bisa dibilang mustahil.
Mengapa mustahil? Karena setelah diamati dari kasus sebelumnya, saat organisasi itu masih dipimpin oleh Devan, cowok itu memilih melakukan pembunuhan hanya ke target itu sendiri tanpa melibatkan seseorang yang bukan dari bagian target menjadi kambing hitam kasus.
Kesimpulan yang bisa ia ambil dari pola penyerangan dari dua perbandingan ini menyatakan kemungkinan yang memimpin organisasi itu melainkan orang lain bukan Devan. Meski berbagai macam dugaan yang ia perkirakan belum bisa dipastikan benar atau salah. Jenny berpikir jika orang yang memimpin organisasi saat ini bertujuan untuk menguji mental dan mengembalikan jiwa psikopat Ghibran dengan menghabisi satu per satu orang yang berada di sekitar lingkup kehidupan cowok itu.
Kepala cewek itu menunduk ke bawah. Manik tajamnya menatap lekat sepatu yang ia kenakan. Sepatu yang ia pakai adalah sepatu yang telah dipasang alat sadap di bagian telapaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}
Misteri / Thriller[AKAN DI REVISI SETELAH END] Ghibran Alvero Sanjaya, 17 tahun, seorang cowok populer se-antero 'SMA Garuda'. Memiliki paras tampan bak pangeran negeri dongeng, segudang bakat dan keluarga harmonis membuat semua orang yang mendengarnya merasa kagum d...
