58: Kaki Tangan

18 8 0
                                        

💎Happy Reading💎

💎🔮💎

"Oy ngab!!"

"Hm" gumam Ghibran sedang rebahan disusul dengkuran halus dari mulutnya.

"Bangun dulu ngab!"

"Aish" Ghibran melempar bantal guling dengan kesal, "kebiasaan banget lo njir! Ganggu orang tidur ter... Argh..."

Tak cukup mengganggu Ghibran dari tidurnya. Cahyo iseng menempelkan duri-duri kecil dari pohon bunga kaktus yang ia pungut semalam ke pipi cowok yang baru bangun tidur tersebut.

"Eek lo!! Lo mau mengeksekusi gue apa?!"

"Hahahaha!! Kalau gue mau mengeksekusi sih udah gue gorok leher lo pas tidur tadi"

Ghibran menenggelamkan kepalanya di atas bantal, "dasar pengungsi!! Cepat balik sana ke rumah lo"

"Nanti!! Ban motor gue masih bocor" Cahyo memainkan sebuah kunci motor yang bukan miliknya, "by the way, gue nemu kunci ini di salah satu rak meja lo. Ini kunci motor siapa? Lo bilang motor lo udah lo tinggalin di rumah ortu angkat lo"

Ghibran melirik kunci itu sekilas, "punya Jenny"

"Wih keren njir!! Dilihat dari bentuk kuncinya sih gue yakin motor ninja. Gue baru tau Jenny tomboy"

"Jangan coba-coba lo berniat pengen pinjam, hyo"

Isi pikirannya yang dengan mudah langsung ketebak lantas Cahyo nyengir kuda, "hehehe lo tau aja isi otak gue"

"Gak boleh njir"

"Sekali ini bolehlah. Kebetulan malam ini ultahnya Lisa kan cuy. Toh, Jenny mungkin gak bakal keberatan"

"Lo pandai juga ya ngelesnya. Gue getok juga pala lo"

Cahyo nyengir sembari mengacungkan kedua jarinya berbentuk huruf v, "hehe peace" kemudian cowok itu kembali teringat pada pohon bunga kaktus semalam dan memberikannya ke Ghibran, "nih!! Ada yang ngasih lo ini semalam"

"Dari siapa?"

Cahyo mengangkat bahu, tidak tahu, "gak tau, tulisannya pakai bahasa asing. Coba lo lihat aja deh"

Tidak sabaran Ghibran mengambil sepucuk surat yang terselip di antara bebatuan warna warni dalam pot. Lalu dia membuka lipatan surat tersebut dan membacanya dalam hati.

안녕하세요, Ghibran. 잘 지내고 있나요? 잘 지내고 있기를 바래. 한동안 못 뵈었다면 죄송합니다. 나는 뭔가 바쁘다. 나는 당신이 그것을 이해할 수 있기를 바랍니다. 그나저나 이 선인장 화분 기억하시나요?? 맞아, 우리 관계가 더 가까워진 사건이 생각난다. 이 편지는 작별 인사가 아닙니다. 언젠가 우리는 다시 만날 것입니다. 틀림없이. Ghibran, 나는 당신을 정말로 사랑합니다

(Halo, Ghibran. Apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja. Maaf jika aku sudah lama tidak pernah menemuimu. Aku sedang sibuk dengan sesuatu. Aku harap kamu bisa memahaminya. Ngomong-ngomong, apakah kamu mengingat sesuatu tentang pot bunga kaktus ini? Ya, itu mengingatkanku pada sebuah kejadian yang membuat hubungan kita menjadi lebih dekat. Surat ini bukan ucapan selamat tinggal. Suatu saat kita akan bertemu lagi. Pasti. Ghibran, aku sangat mencintai kamu)

Karena ukuran suratnya versi mini maka hanya kata-kata penting itu saja yang termuat di dalamnya dari ujung atas surat sampai mentok ke bawah. Namun, hal tersebut cukup membuat Ghibran gembira. Setidaknya kali ini ia mengetahui kabar Jenny dan cewek itu masih mengingatnya.

"Lo ngerti bahasanya?" Senggol Cahyo terkejut melihat Ghibran tersenyum mesam mesem seakan dia mengerti setelah membacanya, lalu Cahyo merebut surat mini itu dari genggaman Ghibran, "ini bahasa apa njir? Cina? Jepang?"

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang