💎Happy Reading💎
💎🔮💎
"Woy Ghibran!!"
Panggilan lantang dari seorang pemuda berambut kecoklatan dengan gaya messy hair melambaikan tangan dari kejauhan dan menghampiri keberadaan temannya itu dengan penuh semangat.
Sontak seorang pemuda bernama Ghibran menengok ke belakang. Dia tersenyum senang ketika temannya sedang berlari ke arahnya.
"Gimana? Lo tadi gugup gak?" Nyengir pemuda berambut coklat itu seraya merangkul akrab bahu Ghibran.
"Banget" Ghibran menggulungkan ujung lengan jaket almameternya memperlihatkan kulit putihnya yang basah, "noh lihat kulit gue aja sampai berkeringat padahal di dalam kan ada AC".
Pemuda berambut coklat itu lantas tertawa lepas. Dia juga menggulungkan lengan jaket almameternya dan memamerkan kulitnya basah dan bulu kuduk berdiri, "noh lihat apalagi gue".
"Tadi lo gugup gak karuan pasti" tebak Ghibran dijawab ancungan jempol dari temannya, "bener. Sesuai yang kemarin gue pernah ceritain ke lo kalau gue udah berjanji bakal hadiahin medali emas untuk ayah gue yang baru sadar dari koma" jelas rinci pemuda berambut coklat itu sambil menendang pelan kerikil yang dilewatinya.
"Sebelum ayah kecelakaan, gue sempat kecewain dia namun kali ini gue bakal membuat ayah gue bangga" sambung ceritanya.
Ghibran membalas rangkulan temannya itu dan berujar bangga, "semoga lo dapat medali emas, Niko. Gue doain"
Senyuman lebar terhias di bibir cowok yang bernama Niko tersebut. Dalam hati, dia merasa beruntung memiliki seseorang yang selalu mensupport apa pun yang dilakukannya. Yap, orang yang dimaksud adalah Ghibran. Cowok yang sudah ia anggap seperti sahabat sekaligus saudara kandung sendiri.
"Amin" Niko mengaminkan doa dari Ghibran semoga saja doa tersebut terkabul, "untuk lo, gue doain semoga dapat medali perak biar bisa nemenin gue ntar"
Ghibran ketawa renyah, "hahaha manja amat lo segala ditemenin"
"Bukan manja yeu. Tapi gue lebih bangga lagi kalau sahabat gue ini juga dapat medali. Toh kita kan berjuangnya bareng-bareng ye gak?!"
"Entahlah. Gue gak yakin gue bakal dapat medali atau gak. Tapi kalau untuk lo, gue merasa optimis nanti lo dapat nilai peringkat tertinggi"
"Haha sa ae lo"
Kedua sahabat itu saling rangkul satu sama lain meninggalkan sebuah gedung tinggi dengan spanduk lebar yang terpajang di atas pintu full kaca otomatis yang bertulis Olimpiade Sains Nasional. Mereka berdua melepas rangkulan saat ingin menaiki bis milik sekolahannya.
Satu minggu telah berlalu, kini adalah momen penting dan menegangkan dimana pengumuman mengenai hasil dari Olimpiade Sains Nasional akan diumumkan. Pengumuman tersebut diadakan di tempat yang sama dengan tempat olimpiade itu dilaksanakan.
"Okey sekarang waktu yang dinantikan semua orang disini. Pastinya udah pada gak sabar kan??? Okey tanpa perlu berlama-lama lagi akan saya umumkan para pemenangnya namun saya mulai dari peringkat 3 besar dulu ya" sang MC memperhatikan sebuah kertas tebal berbentuk persegi panjang, yang pasti benda itu memuat nama para pemenang yang dimaksud.
"Okey untuk peringkat ketiga jatuh kepada....." Suasana hening mengisi di dalam ruangan yang terbilang mewah itu. Keringat dingin membanjiri hampir semua orang disana. Selain murid yang mengikuti olimpiade, disana ada banyak pembimbing yang mewakili setiap murid.
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}
Mystery / Thriller[AKAN DI REVISI SETELAH END] Ghibran Alvero Sanjaya, 17 tahun, seorang cowok populer se-antero 'SMA Garuda'. Memiliki paras tampan bak pangeran negeri dongeng, segudang bakat dan keluarga harmonis membuat semua orang yang mendengarnya merasa kagum d...
