50: Insiden Rel Kereta

46 7 1
                                        

💎Happy Reading💎

Di chapter sebelumnya, Alea pernah menyinggung Jenny perihal tentang insiden rel kereta api bukan?? Di chapter ini bakal aku bahas ya. Chapter ini full flashback...

💎🔮💎

Lima tahun lalu....

Seorang gadis tomboy dengan rambut hitam sepanjang bahu meneguk jus jeruk dari botol kemasan sambil sesekali melihat jam tangan warna hitam yang melingkar di lengannya.

"Duh, dia kok lama banget sih!!" Gerutu cewek itu menyandarkan punggungnya di tiang lampu yang berkarat, tak mempedulikan kondisi baju seragamnya yang putih akan menjadi kotor, "apa jangan-jangan dia di cegat oleh si trio gendut itu?" Tanyanya monolog dengan pikirannya sendiri, "aish kenapa hidup dia selalu kena sial terus sih"

Raut wajah cewek itu berubah menjadi khawatir jika apa yang ia pikirkan beneran terjadi. Bakalan se-kacau apa wajah orang yang ia tunggu nanti???.

Setelah sekian purnama menunggu akhirnya orang yang ia tunggu datang dengan kondisi penuh luka lebam dari ujung rambut hingga ujung kaki. Namun setidaknya, yang kali ini tidak separah dengan hari-hari sebelumnya.

"Noh kan lo babak belur lagi"

Pemuda berkacamata yang baru saja datang tidak menggubris omelan dari cewek tomboy itu. Dia langsung menyambar botol berwarna serba oranye itu dari genggaman gadis di depannya lalu meneguk habis isi minumannya.

"Nanti aja dulu ya ngomelnya. Gue terlalu cape untuk mendengar omelan lo"

Mengerti situasi, cewek tomboy itu mengobrak-abrik isi tasnya lalu mengeluarkan satu botol obat merah serta sekotak plester yang sering ia bawa. Seolah sudah menjadi rutinitas sehari-hari, gadis itu menuangkan satu per satu tetes obat merah ke setiap luka yang terukir di wajah, lengan dan kaki cowok itu kemudian disusul plester yang membalut luka agar terhindar dari infeksi.

"Dav, kenapa gak lawan mereka aja sih?"

Cowok berkacamata itu mendengus lelah setiap ia meratapi nasib hidup malangnya, "gue udah lawan mereka"

"Terus?" Tanya cewek tomboy itu ingin tahu kelanjutannya.

"Ya. Endingnya sama-sama bonyok sih hehe... Argh" ringis cowok itu ketika ia merasakan sakit di sudut bibirnya saat sedang nyengir.

"Aish lo ini" cewek tomboy itu memukul bahu cowok itu yang tidak terluka, "udah babak belur gini masih sempat aja nyengir"

"Mending nyengir daripada sedih terus elah"

"Yap, lo bener juga"

Ujung-ujungnya mereka berdua tertawa garing meski tidak ada hal yang lucu.

"Udah yuk, kita pergi" ajak cowok itu menarik lengan cewek tomboy di dekatnya.

"Davian, kita mau kemana?"

Davian berpikir sejenak lalu ia menggeleng tidak tahu, "gak tau"

"Yeu dasar gak jelas"

"Alea, berhenti sebentar"

Mendadak, cewek tomboy bernama Alea itu terkejut dan menuruti apa kata Davian. Refleks, Alea merasakan detak jantungnya bekerja tiga kali lipat saat Davian tiba-tiba memajukan wajah tampannya ke dekat Alea. Tidak ada niatan untuk memundurkan wajahnya sama sekali justru Alea malah memejamkan matanya ketika pikiran liar bersarang memenuhi otaknya. Ia berpikir kalau Davian akan menciumnya namun kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan ekspetasi.

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang