💎Happy Reading💎
💎🔮💎
Mark membereskan kekacauan yang di lakukan teman-temannya semalam di studio pribadinya. Dari mulai membereskan perangkat PS hingga mengecek komputernya yang ternyata masih berfungsi kembali beserta data-data yang masih ada. Mark bersyukur untungnya komputer miliknya tidak di kirimi virus oleh hacker tak dikenal itu, tidak seperti komputer ruang kerja ayahnya. Dan untungnya lagi seorang teman membantunya membasmi virus itu, jikalau seandainya Ghibran tidak ada disana, entahlah apa yang akan terjadi pada dirinya nanti. Pasti Mark bakal di usir dari rumah oleh ayahnya sebab semua data yang sukses di colong oleh penjahat virtual itu.
Mark melirik tajam pada seseorang tertidur pulas di sofa panjang abu-abu. Mark menoleh ke jam tangan hitam melingkar di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 11 siang, "gila ini orang lagi hibernasi apa gimana? Gak ingat apa ya kalau dia masih hidup?" Mark bergegas menuju kamar mandi lalu menuangkan sedikit air dari gayung di bawanya ke kepala orang kang molor itu.
Ghibran terbangun kaget dari tidur panjangnya saat cipratan air mengenai wajahnya hingga basah sampai leher dan kerah bajunya, "woy anjir makasih banget ya lo udah nolongin gue" Ghibran menjabat tangan kosong Mark bergerak naik turun. Sedangkan Mark yang menatapnya jadi bingung sendiri, "lo napa sih anj*ng?" Mark langsung menepis tangan bau Ghibran.
"Tadi gue mimpi lagi dikejar-kejar zombie sampai ke tengah laut. Gue heran deh kenapa orang kalau mimpi itu selalu yang bagus sedangkan gue jelek mulu. Harusnya gue mimpi ketemu bidadari gitu eh ini malah di kejar zombie mana ompong pula itu zombienya. Heleh nasib... Nasib..."
Mark ketawa bengek, "HAHAHA semoga mimpi lo tadi jadi kenyataan bro" katanya sambil menepuk pundak si cowok kurang beruntung tersebut.
"Heh anj*ng lo" maki Ghibran.
"Oy yang lain pada kemana?" Ghibran menatap sekeliling dan hanya ada mereka berdua disini. Seingat Ghibran, sebelum tidur Arkan dan Sehun juga tidur disini.
"Udah pada pulang" balas singkat Mark.
Ghibran melotot, "lah terus? Adik gue?"
"Udah di antar pulang sama Cahyo" balas enteng Mark seraya mengumpulkan kaleng kopi bekas di minumnya dan temannya semalam.
"Eh betewe lo gak ngeri apa sama Cahyo? Pas pagi-pagi gue berniat pengen sembur muka lo terus tindakan gue langsung di tahan sama Cahyo dan katanya biar nunggu lo puas tidurnya. Njir bikin ngeri, apa jangan-jangan Cahyo udah gak straight lagi ya, perhatiannya kayak udah sama pacar aja" logat Mark bicara udah ketularan Erwin yang sering ngerumpi bareng geng julidnya.
Lantas Ghibran menggeplak kepala Mark yang berhasil membuat bulu kuduknya bergidik, "lo gak usah ngomong yang bikin gue merinding anj*ng" . Respon Ghibran justru mengundang ketawa receh Mark menggema seisi ruangan, "HAHAHA MAMPUS LO BANGS*T" ketawa Mark sangat khidmat sekali epribadi bahkan sampai pakai full casplock.
"Awas lo ya nanti kalau sampai tuh hacker nyolong data bapak lo lagi. Ntar bakal gue biarin aja. Terus biar lo di usir dan jadi gelandangan di luar" ancam Ghibran sebal.
Mark nyengir kuda dan memasang jari peace, "hehehe jangan dong anjir. Gitu banget lo ancamannya sama teman sendiri".
"Weh gue mandi di rumah lo ya! Gak pede rasanya kalau bawa motor tapi badan bau apek".
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}
Mystery / Thriller[AKAN DI REVISI SETELAH END] Ghibran Alvero Sanjaya, 17 tahun, seorang cowok populer se-antero 'SMA Garuda'. Memiliki paras tampan bak pangeran negeri dongeng, segudang bakat dan keluarga harmonis membuat semua orang yang mendengarnya merasa kagum d...
