💎Happy Reading💎
Note: cerita ini mengandung plot maju mundur
💎🔮💎
Arkan menopang dagunya dan memandang jalanan raya besar dikerumuni banyak kendaraan berlalu lalang melalui jendela taksi. Sementara itu, Si bapak supir sesekali melirik kaca spion depan menampilkan kedua remaja duduk di jok belakangnya.
"Itu pacarnya kenapa ya den?" Tanya bapak supir itu mengisi keheningan disana.
Arkan melirik sebentar gadis bule itu yang masih belum sadar dengan kepalanya bersandar pada pundak Arkan. Arkan pun membuang pandangannya lagi saat si bapak supir itu menyebut gadis yang tak dikenalnya ini sebagai pacarnya, "pingsan pak, dia lagi gak enak badan" bohongnya.
"Kenapa gak dibawa ke rumah sakit aja den? Takutnya ntar kenapa-kenapa" usul si bapak supir khawatir.
"Dia cuma butuh istirahat aja kok pak" jawab Arkan enteng.
Bapak supir itu mengangguk paham. Suasana keheningan pun tercipta kembali di sepanjang perjalanan. Arkan melirik jam tangan analognya menunjukkan pukul 21.05 menit. Sudah setengah jam berlalu sejak dia menemui jasad ibunya mati secara tidak layak. 15 menit kemudian, Arkan membopong kembali tubuh Alea yang memutih pucat saat sudah sampai di tempat tujuan. Walau dirinya lupa membawa ponsel untungnya ia tidak lupa membawa sejumlah uang, yang sebagian dari uang tersebut sudah diberikannya pada bapak supir tadi.
Selama di lobi apartemen, Arkan menjadi pusat perhatian banyak orang yang melewatinya membuat Arkan sendiri merasa risih. Selain dirinya sedang membopong gadis berseragam SMA di malam dingin seperti ini. Penampilan dirinya juga sangat mencolok karena hanya mengenakan baju futsal pendek yang dilapisi jaket denim dan celana pendek futsal yang sebatas paha.
"Mbak kamar apartemen no.10 ada di lantai berapa ya?" Tanya Arkan pada salah satu wanita yang lewat berpakaian khas cleaning service.
"Ada di lantai 2 mas"
"Omong-omong tangga darurat ada di sebelah mana ya?"
"Ada di dekat lift" unjuk wanita itu pada sebuah koridor sempit dekat elevator.
"Makasih"
Arkan berlari terbirit-birit menuju koridor tersebut dan menaiki deretan anak tangga di atasnya. Langkahnya berhenti saat maniknya menangkap angka 2 besar di awal lantai yang akan dimasukinya.
Arkan memperhatikan urutan nomor setiap kamar yang dilewatinya. Tak lama kemudian, dia menemukan kamar bernomor urut angka 10 terletak berada paling ujung. Dia mengeluarkan kunci dari saku jaketnya dan memasukkan ke lobang kunci.
Click
Pintu pun sudah terbuka. Dengan kesusahan, Arkan membaringkan segera gadis itu di ranjang empuknya dan menyelimutinya. Tanpa izin terlebih dahulu, Arkan mengambil segelas air putih yang kebetulan ada di atas nakas samping ranjang cewek itu. Energi di tubuhnya memang banyak terkuras untuk malam ini. Sebelum dirinya benar-benar pergi, langkahnya sempat terhenti saat cewek itu mengigau dan menyebut nama 'Davian' berkali-kali.
11 MEI 2017 . Pukul 07:13
Dengan berpakaian rapi, Arkan menghampiri kantor polisi dimana tempat ayahnya bekerja. Arkan memghampiri sebuah meja tempat dimana polisi bagian panggilan darurat bekerja.
"Bang Yoga"
Seorang polisi bername tag Yoga Wijaya yang berwajah rupawan dan masih muda sekitar berumur 25 tahun-an menghampiri anak atasannya tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}
Misteri / Thriller[AKAN DI REVISI SETELAH END] Ghibran Alvero Sanjaya, 17 tahun, seorang cowok populer se-antero 'SMA Garuda'. Memiliki paras tampan bak pangeran negeri dongeng, segudang bakat dan keluarga harmonis membuat semua orang yang mendengarnya merasa kagum d...
