❄️Happy Reading❄️
❄️☃️❄️
Dari balik jubah, dia mengeluarkan pistol punyanya pribadi dari dalam saku lalu menempelkan ujungnya ke kening pemuda yang duduk selonjoran di balkon rooftop.
"Jangan macam-macam" ancam wanita itu dengan tatapan dingin miliknya.
Lantas pemuda itu terkekeh remeh sembari melirik ujung pistol yang menempel di atas pelipisnya, "tembak saja" tantangnya tidak takut, "cepat!! Jangan lama!!"
"Lo-----"
"Apa hm?" Pemuda itu memperlihatkan wajah angkuhnya, "tembak saja, gue gapapa! Seriusan" dia berpikir kalau wanita di depannya ini takkan bisa membunuhnya, karena terlihat dari gelagat mbak Ayu bersikeras memintanya bergabung ke organisasi, jelas wanita itu sedang mengincarnya.
"Gue gak akan tembak lo" mbak Ayu menghembuskan nafas dan tersenyum licik pada Ghibran, "tetapi, gue akan membunuh pacar lo lebih dahulu"
"BANGSAT!!"
"Bunuh cewek itu" mbak Ayu memberi aba-aba pada anak buahnya. Lantas salah satu dari mereka menyalakan walkie talkie dan memberi kode ke pengendara di dalam minibus itu untuk menabrak cewek yang diikat di pohon beringin itu, "kode satu!!!"
Kemudian pengendara itu mematikan radio, tatapannya fokus pada pion yang menjadi titik tujuannya, dia menyalakan mesin, lalu langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi. Tidak terduga oleh semua orang disana, Jenny melepaskan tali yang mengikat tubuhnya, berlari cepat ke samping, menghindari minibus yang hendak menabraknya.
Alhasil, bagian depan minibus menabrak batang pohon yang kokoh, menyebabkan pengendaranya terantuk-antuk mengenai kaca.
"Sial" geram mbak Ayu, tidak akan membiarkan Jenny lolos. Menggunakan cara lain, dia memposisikan ujung pistolnya mengarah ke target.
Dorrr........
Peluru yang meluncur berubah haluan dari arah target membuat si penembak marah. Mbak Ayu tersulut emosi sebab Ghibran yang mengetahui niat wanita itu buru-buru mengalihkan pistolnya ke arah lain. Pemuda itu berusaha merebut pistol yang digenggam oleh mbak Ayu, namun ekspetasi jarang selaras dengan realita, merebut pistol dari tangan mbak Ayu rupanya tidak mudah bahkan Ghibran terus mengerang ketika tangannya digigit ganas oleh gigi wanita itu.
Dorrr....
Dor.....
Dorr...
Dorrr.....
Dor.....
Dorrr.....
Dor.....
Luncuran peluru menyusul kemudian ketika semua anak buah bersamaan mengunci Jenny sebagai sasaran target mereka.
Sungguh suatu keberuntungan yang didapat oleh Jenny, walau tembakan mereka secara brutal namun peluru yang mereka tembakkan selalu meleset. Sekuat tenaga, Jenny berlari cepat memasuki gedung dan menghindari tanah lapang.
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}
Mystery / Thriller[AKAN DI REVISI SETELAH END] Ghibran Alvero Sanjaya, 17 tahun, seorang cowok populer se-antero 'SMA Garuda'. Memiliki paras tampan bak pangeran negeri dongeng, segudang bakat dan keluarga harmonis membuat semua orang yang mendengarnya merasa kagum d...
