💎Happy Reading💎
💎🔮💎
Alea menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang empuk queen size miliknya. Mood-nya menjadi buruk akibat pertemuannya dengan Arkan tadi pagi. Arkan berbicara ngawur seolah sangat mengetahui apapun tentang dirinya padahal Alea yakin bahwa dirinya belum pernah bertemu dengan cowok itu sebelum bersekolah di SMA Garuda.
"Aishhhh itu cowok siapa sih??? Perasaan gue yakin gue gak pernah terlibat masalah apa pun dengan dia. Boro-boro terlibat, gue aja gak tau nama dia" Alea menggerutu kesal sambil mengacak asal selimut bed cover di bawahnya.
Alea menatap langit-langit kamarnya dihiasi berbagai macam ornamen tata surya seperti matahari, bulan, planet, komet dan sebagainya. Sejak kecil dia selalu menyukai hal yang berbau luar angkasa dan bahkan bercita-cita menjadi astronot wanita. Namun cita-citanya tersebut ia urungkan semenjak dia menyadari sedang jatuh cinta pada cowok culun yang sudah menemani hari-harinya dulu.
"Bukannya dari dulu lo ingin bercita-cita jadi astronot? Kenapa tiba-tiba lo beralih profesi jadi chef?" tanya pemuda berkacamata bingkai besar tersebut dengan seragam SMA putih abu yang terbalut di tubuhnya. Pemuda itu menatap selembar kertas formulir yang barusan ia rampas dari tangan seorang cewek berambut pendek sebahu berdiri di sebelahnya.
Cewek tomboy itu segera merampas balik barang miliknya, "bukan urusan lo" jawab jutek cewek itu sambil menggulung kertas formulir dan memasukkan ke saku rok abunya.
Kedua remaja berbeda gender tersebut meratapi bulan purnama bersinar terang di langit malam yang indah dan juga bertabur ratusan bintang kecil. Pemandangan itu menjadi indah sekali jika di lihat dari tempat yang tinggi seperti yang dilakukan kedua remaja tersebut sedang menikmatinya dari atas balkon jembatan penyeberangan.
Angin sejuk berhembus pada malam itu dan menerbangkan helaian rambut si cewek tomboy membuat si pemuda berkacamata yang kebetulan saat itu melihatnya merasa terpesona sesaat.
Saat dirinya kembali tersadar dari lamunan, pemuda itu memalingkan wajahnya, menatap ratusan mobil melintas di bawahnya dengan kedua lengan terlipat di atas pembatas besi balkon, "lo belum jawab pertanyaan gue. Kenapa lo tiba-tiba mengganti cita-cita lo? Gue tau lo udah berambisi jadi astronot sejak kecil. Lo gak mungkin merubah itu tanpa adanya alasan kan?" .
"Gue takut" jawaban singkat si cewek tomboy sukses membuat si pemuda berkacamata menoleh, "gue takut gak bisa balik kesini lagi" sambung alasannya.
Spontan pemuda berkacamata itu tertawa pelan begitu mendengar alasan terkesan terlalu klise itu, " yaudah kalau gak bisa balik,sana lo nikah sama alien sekalian bikin keluarga disana biar lo gak kesepian" ejeknya dengan senyuman jahil.
"Gue serius" ucap tegas si cewek tomboy yang tercetak jelas memasang raut jengkel pada pemuda super tidak pekaan itu.
Pemuda tersebut pun terdiam begitu melihat ekspresi serius si cewek yang tidak seperti biasanya. Cewek itu berjalan gontai menghampiri pemuda yang masih terpaku di tempatnya dalam jarak sangat dekat. Bahkan netra pemuda itu bisa melihat jelas bola mata berwarna biru laut dan coklat hazel milik cewek itu sangat terlihat indah di bawah pantulan sinar bulan.
"Lea lo kenapa?" tanya pemuda itu heran pada Alea masih terus mendongakkan kepala untuk menatap dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}
Mystery / Thriller[AKAN DI REVISI SETELAH END] Ghibran Alvero Sanjaya, 17 tahun, seorang cowok populer se-antero 'SMA Garuda'. Memiliki paras tampan bak pangeran negeri dongeng, segudang bakat dan keluarga harmonis membuat semua orang yang mendengarnya merasa kagum d...
