10: Darah, Keringat & Air Mata

80 25 0
                                        

💎Happy Reading💎

Note: biasakan sesudah membaca vote and commentnya y gaes thankss

💎🔮💎

Seorang gadis cantik berkulit putih pucat kemerahan sedang menunggu kehadiran sosok yang di telponnya di depan kamar kost-an bernomor urut 51 tertera di pintu depan.

Sudah dari setengah jam yang lalu, Alea berdiri dengan gelisah dan mondar mandir tak jelas kesana kemari sambil melirik jam tangan branded nya.

"Aishhh dimana sih dia??" Keluhnya bergumam sendiri takut terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan pada sosok yang di tunggunya tersebut.

Alea menyandarkan tubuhnya di dinding balkon dengan kedua tangan terlipat di atas balkon tersebut. Dari ketinggian tempatnya berada di lantai 5, Alea menunduk melihat aktivitas warga kost-an itu dari atas. Tak lama kemudian, seorang pengemudi moge merah melintas memasuki area kost-an dan setelah itu memarkirkan motornya dekat dengan saluran got. Wajah si pengemudi itu nampak jelas setelah membuka helmnya membuat Alea yang mengamatinya dari atas menghembuskan nafas lega. Orang yang sedang ditunggunya daritadi kini menaiki deretan anak tangga menuju ke tempat dimana Alea menunggu.

"Aishhh lo kemana dulu sih? Udah setengah jam tau gue nunggu"

"Maaf ya kak Lea, gue lagi ngurusin hal penting dulu tadi" kata cewek berhoodie hitam dengan gambar angsa merah di tengah hoodienya. Dia mengeluarkan kunci dan membuka pintu kost-annya tersebut.

"Ini kamar kost-an siapa?" Alea berjalan masuk memperhatikan nuansa kamar minimalis bercat biru pastel tersebut beserta perabotan disusun rapi. Walau luas ruangannya tidak seberapa namun suasananya membuat adem untuk sepasang mata yang melihatnya.

"Gue lah. Kak Lea mau minum apa?" tanya cewek hoodie hitam itu mengambil 2 gelas dari rak di dapur.

"Air putih aja" sahut Alea simple sambil memperhatikan beberapa foto figura di dinding.

"Air putih yang mana? Air bak mandi juga warnanya putih. Mau air bak mandi aja?".

"Enggaklah. Air mineral maksud gue".

"Mau yang hangat atau dingin?"

"Dingin aja"

"Okey" cewek hoodie itu pun membuka kulkas dan menuangkan sebotol air mineral dingin di 2 gelas yang sudah di siapkan. Lalu dia mengambil tatakan hitam kemudian menaruh kedua gelas itu yang langsung dibawa ke meja ruang tamu kecil.

"Kenapa gak ketemuan di rumah lo yang itu aja?" tanya Alea begitu duduk di sebuah sofa kecil yang hanya bisa di duduki dua orang sambil meneguk air putih yang di suguhkan.

Cewek hoodie itu langsung menegak habis minumannya hanya dalam tiga kali tegukan, "gue ngerasa kalau ada orang yang sering buntutin gue pas di rumah makanya gue sewa kamar kost-kost an ini diam-diam".

"Segala perlengkapan yang berhubungan dengan penyelidikan kita udah gue pindahin kesini" lanjutnya sambil memakan cemilan di toples bening yang sebelumnya sudah di taruh di meja.

"Lo udah selidiki tentang identitas Ghibran?" tanya Alea.

Cewek hoodie itu mengangguk, "iya" dia berjalan cepat ke sebuah ruangan lalu kembali lagi dengan sebuah map berwarna biru di genggamnya, "disini ada semua data tentang Ghibran. Kesimpulan dari semua data itu ialah Ghibran yang sebenarnya sudah meninggal pada tahun 2019. Lalu Ghibran yang palsu diadopsi oleh keluarga itu di saat dirinya hilang ingatan dan tidak bisa mengingat identitas sebenarnya. Kedua orang tua angkatnya pun memanipulasi semua data dan ingatan tentang Ghibran asli ke Ghibran palsu termasuk riwayat pendidikan dan catatan prestasi. Setelah mengadopsi Ghibran palsu, orang tua angkatnya membawa keluarga kecilnya pindah ke Jakarta. Demi menyembunyikan kebenaran, mungkin hal itu dilakukan agar tidak menjadi bahan gunjingan para tetangga di rumahnya yang dulu di Bogor. Dan lo tau fakta apa yang bikin lo kaget? Ghibran palsu memiliki kaitan antara Davian dan kakaknya Davian. Sebaiknya lo baca di rumah aja" cewek hoodie itu menyerahkan map nya ke Alea yang diam mematung.

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang