06: Lacak Akun Misterius

84 30 0
                                        

💎Happy Reading💎
Note: Selepas baca jangan lupa vote and coment nya yaw

💎🔮💎

Suasana hening menyelimuti studio pribadi Mark yang bercat perpaduan abu-abu gelap dan krem tersebut. Ruangan ini hanya berisikan perangkat 3 komputer beserta antek-anteknya, satu set sofa abu-abu panjang di sertai karpet bulu di bawahnya, sebuah rak buku, televisi beserta dengan perangkat ps 5, sebuah nakas, sebuah drum dan tak lupa sebuah AC yang menempel di dinding pojok ruangan membantu menyejukkan ruangan yang tak terlalu luas tersebut.

Efji kecuali Cahyo dan Raka sedang memandangi 3 layar komputer yang menyala dan satu sama lain saling terhubung. Awalnya, Ghibran sempat menitipkan adiknya pada Cahyo karena dia tidak ingin adiknya mengetahui masalah ini dan untungnya Cahyo menyetujui hal itu dengan syarat untuk memberitahukan hasil penemuannya nanti.

Jari-jari Mark sibuk mengotak-atik keyboard yang sedari tadi terus di pencetnya sambil memandang 3 layar komputernya secara bergantian. Bagi mereka yang awam kemampuan IT tentu mereka sangat pusing saat melihat 3 layar komputer tersebut hanya menampilkan layar hitam di sertai tulisan berbahasa asing dengan ukuran font kecil dan berwarna hijau lumut.

Mark mendengus sebal saat mengetahui nomor misterius yang ia lacak malah menjurus ke situs jaringan privat yang perlu memasukkan kode. Jari-jari Mark kembali menari dengan cepat di atas keyboard berusaha memecahkan kode pengaman tersebut.

Selepas berhasil memecahkannya, Mark di buat terkejut saat mengetahui jenis situs jaringan yang sedari tadi ia retas. Diam-diam, Arkan yang merupakan seorang hacker juga sempat melongo saat memperhatikan isi layar komputer itu namun segera memasang wajah datarnya lagi karena tak ingin kedoknya ketahuan.

Erwin yang kepoan tak memahami isi layar itu segera memukul pelan pundak Mark, "oy Mark hasilnya apa? Lo kenapa kaget gitu?"tanyanya penasaran.

Mark menghela nafas, "situs jaringan yang tadi gue retas itu situs jaringan milik sekolah kita"

"Jadi? Gimana maksudnya?" tanya Erwin yang tak paham mengenai situs jaringan atau apalah itu.

Mark menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal, "Ternyata nomor misterius itu terdaftar di aplikasi chat yang di install di komputer sekolah kita" jelas Mark detail sontak membuat seisi manusia di ruangan itu diam melongo.

Setelah sekian purnama selalu terdiam akhirnya Sehun membuka suara, "jadi maksud lo, pelakunya ada di sekolah kita?"tanyanya

"Ya, bisa jadi" jawab Mark masih ragu-ragu, "kita lihat aja dulu informasinya sampai lengkap" unjuk Mark ke layar komputernya yang menampilkan beruntun informasi yang bergerak cepat ke bawah.

Namun tak lama kemudian, seluruh informasi bergerak cepat ke atas tersedot oleh hacker baru yang muncul. Dengan cepat, Mark menekan tombol-tombol keyboard untuk mendapatkan kembali jaringan yang di retasnya. Namun hal itu sangatlah sulit. Dia harus memeras otaknya untuk mengimbangi gerak informasi yang menurutnya terlalu cepat tersebut. Sungguh Mark sangat meyakini jika hacker yang di lawannya ini sangatlah lihai dan memiliki kemampuan berada berjauh kali lipat di atasnya.

Tulisan merah yang bergerak naik seakan menjadi pesan terakhir bagi Mark yang merasa hal yang di lakukannya tadi merupakan hal yang berada di luar kendalinya.

Mark dan hacker itu saling mengadu kecepatan meretas. Namun sebelum informasi yang di dapat sepenuhnya hilang, Mark sempat melihat nomor digit alamat IP komputer yang di gunakan si pelaku. Walau hanya secuil informasi, namun hal tersebut mampu untuk mempersempit daftar tersangka.

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang