40: Jam Tangan Hijau Army

45 8 0
                                        

💎Happy Reading💎

💎🔮💎

"Davian!!"

"Udah yuk kita pulang aja. Kita udah berjam-jam cari dia biar nanti para agen gue aja yang cari"

Alea dan Jenny bersamaan mencari sosok cowok yang mendadak menghilang dari kehidupan mereka selama 3 tahun lamanya. Melewati rimbunan pohon menjulang tinggi, Jenny menatap iba Alea yang berjalan pincang karena sebelah kaki terluka tersandung keras oleh akar pohon yang menjulang di dasar tanah. Kecerobohan yang didapat oleh Alea karena cewek itu terus berlarian panik mencari Davian dimanapun sehingga Jenny pun sampai kwalahan untuk menyusulnya.

"Kita memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menemukan dia, lantas setelah hampir mencapai tujuan terus kita nyerah aja hah?" Bentak Alea kencang, "enggak!! Gue gak mau pergi!! Kalau lo mau nyerah duluan silahkan pulang duluan aja"

"Aishh keras kepala banget sih! Sekarang tuh udah mau malam. Kita gak tau hewan macam apa yang ada di hutan ini. Plis jangan memaksakan diri. Davian juga gak pengen kak lea terluka apalagi kalau tau kaki kakak sampai pincang begini"

Alea menunduk diam sambil memperhatikan sebelah kakinya yang membengkak. Pergerakannya saat ini sangatlah terbatas mengenai ia hanya bisa menggunakan satu kakinya saja.

"Udah yuk kita pulang" bujuk Jenny menopang sebelah tangan gadis berkulit putih pucat itu di atas pundaknya dan untungnya kali ini Alea tidak memberontak lagi dan membiarkan Jenny membawanya menjauh.

💎🔮💎

Alea menyandarkan punggung di sandaran bangku sembari kepalanya menyender di jendela. Tatapan mata gadis itu kosong seolah hanya raga yang ada disana sedangkan nyawanya berpergian entah kemana.

"Gimana? Bisa kan?" Jenny menjepitkan ponsel di atas pundaknya. Dia sedang menelpon seseorang diseberang sana dengan pandangan lurus ke depan sambil menyetir.

Setelah mendapat balasan dari orang itu, Jenny hendak menutup sambungan telfon, " oke. Kalau ada apa-apa tolong kabari saya ya. Makasih" tangannya meraih ponsel dan memasukkan ke dalam saku celana.

Sudah keberapa kali, Jenny menghela nafas pasrah melirik Alea yang diam termenung dengan tatapan kosong.

Mata khas kucing milik Jenny memicing palang sebuah nama rumah sakit umum dengan cahaya putih bersinar terang dibawah naungan gelapnya malam. Dia membelokkan setir menuju ke pekarangan rumah sakit tersebut dan memarkirkan mobilnya tak jauh dari jarak lobi.

Sekian lama diam mematung akhirnya kesadaran Alea telah kembali dan memandang tempat yang ia kunjungi dengan raut heran, "ngapain kita kesini?" Tanyanya bingung.

"Buat berobat kaki kak lea tuh" Jenny melepas seatbelt dan membuka pintu mobil disampingnya, "ayo keluar"

"Gak usah sampai dibawa ke rumah sakit segala" tolak Alea menggeleng, "cuma luka ringan ini"

"Walaupun cuma luka ringan tapi bisa bikin inspeksi loh. Lagipula udah terlanjur mampir kesini"

Tak ada pilihan lain selain memaksa. Jenny memutar knap. Dia membuka pintu samping Alea dan menyeret tangan milik gadis yang berumur lebih tua darinya itu untuk keluar dari mobilnya.

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang