12: Sahabat Laknat

77 22 0
                                        

💎Happy Reading💎

Note: cerita ini mengandung banyak plot twist,

💎🔮💎

Mata Ghibran memicing begitu seberkas spektrum cahaya terik hinggap di matanya. Ghibran menelungkupkan kepalanya ke bawah bantal untuk menghilangkan cahaya itu dari penglihatannya. Tak lama kemudian, suara ngebass milik babunya menggema di dekatnya membuat telinganya seketika budek.

"WOI GHIBRAN BURUAN BANGUN BEGO. EMAK LO UDAH NGOMEL-NGOMEL DI BAWAH NOH"

Muak. Ghibran langsung melempar bantal yang dipakainya ke arah si pengganggu alam mimpi itu namun lemparannya meleset karena cowok itu udah keburu menghindar.

"Woi cepetan bangun" Cahyo menyibak selimut yang menutupi tubuh sixpack Ghibran yang tak mengenakan baju, "nanti kalau telat upacara, kita bisa dihukum ngepel koridor atau gak ngebersihin toilet anjir".

Ghibran buru-buru menutup kembali tubuhnya dengan selimut, "weh iya selow napa anjir. Mana lo gak sopan langsung buka selimut. Gue takut lo nafsuan".

"Gue masih normal anjir. Gile ye lo. Buru sebelum emak lo ngamuk" Cahyo mendorong tubuh Ghibran yang hanya mengenakan celana pendek sepaha ke dalam kamar mandi.

Setelah tugasnya selesai, Cahyo menuruni anak tangga menghampiri meja makan yang diisi oleh ortunya Ghibran dan Raka. "Misi udah selesai tante" lapor Cahyo memasang tubuh tegap bak tentara.

"Makasih ya nak Cahyo" Ibunya Ghibran mengoleskan selai coklat di selembar roti tawar di atas telapak tangannya lalu memberikan roti itu ke Cahyo, "nih sarapan dulu sebelum berangkat".

"Hehe makasih tante" Cahyo memakan roti tersebut dan juga memakan sarapan sepiring nasi goreng yang disiapkan Tante Yuni untuknya.

"Cahyo, kamu udah izin dulu blom sama ortumu kalau nginep disini?" Tanya Om Yudha yang sedang melahap suapan nasi goreng buatan istrinya.

"Udah kok Om. Tenang aja hehe" ujar Cahyo sambil mengunyah sisa makanan tertinggal di mulutnya.

Sedetik kemudian, seorang cowok berseragam SMA berjalan terburu-buru menuruni anak tangga. Cowok itu memakan suapan besar nasi goreng ibunya tergesa-gesa.

"Ghibran, makannya pelan-pelan dong ntar keselek loh" ucapan seorang ibu selalu 80% menjadi kenyataan. Setelah ditegur ibunya, Ghibran langsung tersedak menyebabkan sebagian makanan yang dikunyahnya berhambur keluar.

"Noh kan ibu bilang juga apa" Ibunya Ghibran memberi es jeruk pada anak sulungnya itu yang segera diteguk habis oleh Ghibran.

Raka yang melihat kejadian itu malah ngompor, "bang Ghibran mah kalau makan selalu belepotan terus" ledeknya.

Respon Ghibran mengangkat kepalan tangannya di udara, "dasar adik durhaka. Habis ini gak boleh main PS di kamar abang lagi" ancam Ghibran namun adiknya itu tidak takut dengan ancamannya dan malah menjulurkan lidah, "yaudah gapapa. Aku bisa minta ayah beliin PS baru di kamar aku".

Ghibran makin ngambek, "jangan mau beliin ayah nanti dia jadi anak manja" adunya pada ayahnya memasang ekspresi memelas.

"Lah lo sendiri juga bukannya manja" ledek Cahyo kegirangan.

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang