70: Xtra-Chap; Epiphany

23 4 1
                                        

❄️Happy Reading❄️

❄️☃️❄️

Jenny Pov

"Dia mengulangi waktunya lagi"

"Sekali lagi?"

"Ya. Sekali lagi"

Samar-samar aku mendengarkan suara dua orang yang terus berbincang di dalam pikiranku. Cukup layar gelap yang sedang ku lihat sekarang. Tapi suara itu.....

Entah datang dari mana....

Aku sudah mendengarnya, lebih dari 5 menit yang lalu.

"Kalau gadis ini cukup mengganggu mu, seharusnya kau langsung membunuhnya saja. Mengapa aku rasa, kinerja mu akhir-akhir ini lelet sekali"

Oke, sepertinya aku cukup menyimak saja perdebatan formal yang serius itu.

"Hei!! Urus saja, urusanmu sendiri!! Lagipula kau sendiri bukan bagian dari Golden Bullet kan?"

"Hei!! Alasan kau menyekap gadis ini untuk bertemu dengan dia bukan?" Terdengar suara decakan remeh dari orang itu, "pantas saja, dia sudah tak mempercayaimu lagi"

"Diam kau, brengsek!!"

"Oke, oke aku akan pergi. Tapi pertama-tama aku cuma ingin bilang kalau kau telah keliru"

"Apa?"

Ngingggggggg.......

Suara degungan yang keras cukup memekakkan telinga ku untuk membangkitkan kesadaran hingga perlahan-lahan ku lihat seberkas cahaya, mengisi kegelapan kosong yang telah ku lihat sekian lama.

Setelah penglihatan ku kembali normal. Kulihat ada Abigail sedang mengikat tali yang melilit di perutku begitu kencang sampai aku mengerang. Matanya tak teralihkan dari menatap ku sinis. Omong-omong, dia hanya seorang diri.

"Lo dari tadi nguping kan?"

Baiklah, jantungku terasa nyaris berhenti ketika dia menangkap basah diriku tanpa adanya bukti, walau tuduhan itu sepenuhnya benar. Meski aku sempat meragukan suara orang-orang itu hanya sekedar halusinasi, namun ucapan Abigail barusan membuatku yakin kalau suara itu adalah suaranya. Tapi tunggu dulu...

Aku yakin mendengar dua orang berdebat. Kemana satu orangnya lagi???

"Mari kita lihat, apa pacar lo akan datang?"

Deg

Aku melototkan mataku setajam mata pisau, "lo mengancam dia?"

Setelah aku dibuat marah olehnya, namun cewek itu menjawab dengan kata-kata yang membuatku bingung, "gue gak ancam dia. Dia datang sendiri malahan"

Loh?

Cewek licik di depannya pun tersenyum miring, dia mengacak pucuk rambut ku dengan wajah angkuhnya, "gue tahu lo bingung" ucapnya seolah dia baru saja membaca pikiranku, "gimana sih? Katanya pacaran, tapi lo gak tau apa-apa tentang cowok lo sendiri, bagaimana sih?! Jangan-jangan hubungan kalian cuma pura-pura ya?!"

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang