23: Ibu Dan Kakak Tiri

53 15 0
                                        

💎Happy Reading💎

💎🔮💎

Setelah berpisah dengan Lisa dan Mingyu, Jenny berjalan anggun menuju basemen dimana tempat supir yang disuruhnya sedang menunggu disana. Namun sebelum hal itu terjadi tiba-tiba seseorang menarik lengan cewek itu dan menyeretnya paksa ke sebuah tempat yang sepi.

"Lea!!" kejut cewek itu pada seseorang yang menariknya. Tubuhnya terpojok dan bersandar di tembok.

Alea menempelkan jari telunjuk dibibirnya mengisyaratkan untuk tidak berisik. Dia celingak celinguk memastikan tempat yang disinggahinya benar-benar tidak ada orang.

"Lo sengaja dekati Ghibran untuk menyelidiki sesuatu kan?" Tanya Alea memastikan.

Jenny mengangkat dagunya sedikit dan menjawab jujur, "memang".

"Buat apa sih?" Tanya Alea heran.

Jenny memicing, "lo udah baca map yang gue kasih waktu itu kan?"

Alea mengangguk, "iya tapi data map itu masih abu-abu"

"Makanya itu gue dekati dia untuk memastikan kalau dia beneran amnesia atau cuma pura-pura!!"

Jenny berjalan pergi meninggalkan Alea yang sedang diam termangu.

"Oh iya kalau ada sesuatu yang mau ditanyakan!! Jangan datang ke kontrakan gue. Karena untuk beberapa hari ke depan mungkin gue bakal nginap di rumah ortu" ujar Jenny berdiri membelakangi gadis bule itu tanpa menoleh ke belakang.

💎🔮💎

"Non, selama beberapa hari pergi kemana aja?? Dicariin terus sama nyonya loh" kata pak supir mengingatkan sambil mengendarai mobil yang super mewah itu, sesekali mata bapak supir tersebut melirik ke arah anak majikannya yang duduk disampingnya.

Jenny menopang dagu dan matanya terus memperhatikan pemandangan jalanan raya di jendela sampingnya sedari tadi tanpa menoleh sedikit pun ke arah yang lain.

Si bapak supir tadi menghela nafas dan fokus kembali mengendarai mobil mahal tersebut yang bisa mengancam pekerjaannya kalau mobil itu terkena goresan lecet sedikit saja.

Tak lama kemudian, mobilnya memasuki ke sebuah pekarangan rumah yang luas dan megah setelah melewati gerbang setinggi 4 meter berwarna emas menyala serta beberapa pos keamanan yang ketat.

Ketika mobil matic warna putih itu mendarat dengan sempurna di tengah-tengah teras rumah bercat putih dan memiliki 4 tingkat. Jenny membuka pintu mobil dengan mendorongnya ke atas.

Saat memasuki rumah, gadis itu berjalan cuek mengabaikan tatapan para pembantu dan pelayan yang menatap dirinya dari atas sampai bawah.

Ketika menaiki tangga seketika suara lantang menggelegar memenuhi suasana ruangan itu membuat semua orang terdiam termasuk gadis itu yang menghentikan langkahnya.

"Jenny!!!!" Hanya satu kata yang terucap namun bisa bikin semua orang diam membeku disana. Siapa lagi pelakunya kalau bukan ayahnya Jenny.

Sorot merah menyala seolah berada di manik mata pria payuh baya yang mengenakan setelan jas hitam branded tersebut.

Plak!!

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang