39: Jam Tangan Hijau Mint

47 9 0
                                        

💎Happy Reading💎

💎🔮💎

11 Mei 2017 23:15

Malam-malam sekali, bermodalkan nekat, Alea datang menghampiri tempat kejadian perkara pembantaian brutal sendirian.

Ditemani angin sepoi-sepoi yang berhembus dan suara-suara jangkrik. Gadis itu menerobos melewati garis kuning polisi sambil memperhatikan keadaan sekitar dan untunglah hanya dia satu-satunya manusia yang berada disana.

Jalanan gang lumayan besar namun sepi yang ia lihat dihadapannya ini. Untung lampu jalan disana masih berfungsi sekiranya sedikit membantu menerangi walaupun cahaya yang dikeluarkan remang-remang.

Alea merapatkan cardigan yang ia kenakan karena angin yang berhembus semakin dingin membuat reaksi kulitnya pun sedikit mengigil. Maniknya menangkap palang besi bertuliskan Gang Sutra di depannya kemudian jempolnya mengelus palang besi tersebut.

Dia berjalan pelan menyusuri gang itu dan langkah kecilnya berhenti tepat di depan pagar rumahnya.

Ia menggeser pelan pagar yang tidak terkunci itu dan masuk ke dalamnya setelah membuka pintu rumah.

Alea merogoh ponsel dari dalam saku celana dan menekan tombol senter di layar ponsel.

Berkat penerangan kecil tersebut, Alea berjalan dengan hati-hati karena kondisi rumahnya masih berantakan seperti saat kemarin. Dia menaiki deretan anak tangga untuk menuju kamarnya di lantai 2.

Berbeda dengan kondisi di lantai pertama, kondisi di lantai 2 sangat rapi dan tidak ada tanda-tanda penyerangan di lantai ini. Dia membuka pintu kamar dan bau sisa wangi lavender tercium jelas menyambut langsung ke indra penciumannya.

Langsung saja, dia merogoh semua barang atau apapun di dalam kamarnya yang sekiranya bisa dijadikan petunjuk untuk menyelidiki tentang kakaknya Davian.

Selesai berkunjung di lantai 2, lanjut ia melakukan pencarian di lantai pertama. Target utamanya adalah kamar orangtuanya dimana kedua orang yang ia sayangi dibunuh secara mengenaskan disini.

Percikan darah yang menempel di lantai masih saja bersisa. Tak hanya itu, bahkan bau amis darah pun masih tercium jelas. Alea terus merasakan hawa dingin dan beku mengenai kulitnya semenjak awal kedatangannya kemari. Walau bekas pembantaian ini sudah dibereskan oleh polisi namun hawanya terasa sama persis seperti kemarin.

Alea menyorot lebih dekat cahaya senter ke arah barang-barang yang berantakan namun tak lama ia mendesah kecewa karena ia tidak menemukan apapun yang penting bagi penyelidikannya selain barang pribadi milik orang tuanya.

Tanpa berlama-lama lagi di pemukiman horor yang membuat bulu kuduknya bergidik di setiap detiknya, Alea beranjak keluar dari tempat tinggalnya dulu sambil membawa totebag berisi barang yang mungkin ia perlukan untuk penyelidikan dan pergi menjauh dari area Kenangan Residence menggunakan motor matic yang ia parkirkan di luar gerbang.

💎🔮💎

12 Mei 2017 13:40

EPIPHANY| Jeon Jungkook {On-Going}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang