Chapter 30 | Buntara Birthday

209 12 9
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tepat setelah aku menghubungi Ka Giral dan Ka Sagara, bel pertanda pulang berbunyi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tepat setelah aku menghubungi Ka Giral dan Ka Sagara, bel pertanda pulang berbunyi. Aku segera merapikan peralatan tulisku ke dalam tas.

Setelah semua rapih, aku dan ketiga temanku berjalan ke luar kelas menuju gerbang sekolah.

"Lo enggak bareng Sagara Ar?" Tanya Davina tepat saat kami sampai di gerbang sekolah.

"Enggak, gue mau pergi sama Ka Giral," jawabku.

Ka Genta berhenti tepat di samping kami dengan motornya. "Gue duluan ya," pamit Davina yang langsung menaiki motor Ka Genta.

Tidak lama setelah kepergian Ka Genta dan Davina, mobil jemputan Karina datang.

"Ar, kita duluan enggak apa-apa kan?" Tanya Karina.

"Enggak apa-apa ko, kalian hati-hati ya," jawabku. Karina dan Erlara segera masuk ke dalam mobil.

Sekarang tinggallah aku sendiri berdiri di depan gerbang sekolah yang mulai sepi.

Aku terperanjak kaget ketika tiba-tiba saja ada motor yang berhenti tepat di sampingku.

"Kaget ya?" Tanya Ka Sagara sambil terkekeh.

"Ka Sagara belum pulang?" Tanyaku balik.

"Mau nungguin kamu dijemput Bang Giral," jawabnya sambil membuka helmnya yang tadi sudah ia pakai.

Tak berselang lama, Ka Giral akhirnya sampai dan berhenti di hadapanku.

Ka Giral membuka helmnya dan menatap Ka Sagara. "Kaya dejavu hahahaha," ucapnya sambil tertawa. Aku dan Ka Sagara yang tau maksud Ka Giralpun ikut tertawa.

Aku langsung naik ke motor Ka Giral, dan dia memakai helmnya kembali.

"Ka Sagara aku duluan ya," pamitku pada Ka Sagara. Setelah mendapat jawaban, Ka Giral langsung menancap gas motornya meinggalkan lingkungan sekolah.

ArunikaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang