AUTHOR POV
🍃🍃🍃
Sudah satu bulan lamanya Arunika dan Karina resmi menjadi mahasiswi baru Universitas Indonesia. Mereka mengambil jurusan yang sama, dan secara kebetulan juga mengambil sks yang sama.
Arunika dan Karina pagi ini sudah di dalam kelas, mereka menunggu dosen yang akan mengajar mata kuliah pagi ini datang. Di kelas mereka baru ada segelitir mahasiswi lain, karena jam mata kuliah pertama baru akan dimulai empat puluh menit lagi.
"Guys, gue mau cerita," seru Nara pada kelima temannya, termasuk Arunika dan Karina.
"Apa-apa??" Tanya Gia tak sabar.
"Pagi-pagi udah mau gibah aja lo pada," celetuk Gea tetapi ikut merapat pada Nara.
"Lo juga mau denger kan!" Sahut Gia meledek kembarannya yang kini terkekeh.
"Dua hari lalu gue baru aja putus sama pacar gue," curhat Nara dengan tatapan sendu.
"Turut berbahagia ya," balas Gea menatap iba pada Nara.
"Bego, dia abis putus lo malah bahagia," sahut Gia menempeleng kepala Gea.
Gea mengusap kepalanya. "Kalo gue bego, enggak mungkin bisa masuk ui!"
"Nih kembar tapi kerjaannya berentem mulu lo berdua!" Ujar Karina tak habis pikir melihat interaksi antar kembaran itu. "Udah enggak usah dipeduliin Nar, lanjut aja ceritanya," lanjutnya.
"Karena gue abis putus, gue galau dong. Ya seperti kebanyakan cewek kalo abis putus sama pacarnyalah. Pas galau, gue dengerin lagu-lagu galaukan di spotify, baru satu lagu abis, eeh iklan!" Nara lanjut bercerita diakhiri decakan.
"Roti dan selai," ujar Nara menirukan iklan dari salah satu platform music.
"Bunga dan kumbang," sahut Gea ikut menirukan.
"Rimeo dan juliet," tambah Gia.
"Beberapa hal dalam hidup, memang ditakdirkan untuk selalu bersama," lanjut Nara diakhiri gelakkan.
"Laut dan sunrise, beberapa hal dalam hidup juga tidak ditakdirkan untuk selalu bersama," sindir Karina melirik Arunika.
"Hah gimana, gimana Rin?" Tanya Gia bingung.
"Enggak, Karina ngaco!" Sela Arunika panik. Dan Karina tertawa puas melihat tingkah sahabatnya.
"Arunika ada yang nyari," panggil Abel—teman kelas Arunika yang baru saja masuk.
"Siapa?" Tanya Arunika seraya beranjak.
"Kak Rafa," jawab Abel menunjuk pintu kelas dengan dagunya.
Arunika mengernyit, ia menoleh pada Karina meminta pendapat. Dan Karina malah balas menatapnya menggoda. Tak berpikir lebih panjang, Arunika segera melangkah mendekati pintu kelas.
Di balik pintu ia melihat Rafa ketua BEM di kampusnya kini sedang berdiri menunggu kehadirannya. Ia mengenakan setelan hoodie berwarna coklat susu dipadukan jens berwarna senada.
"Hai," sapa Rafa ketika Arunika sudah di hadapannya. Gadis itu hanya membalas sapaannya dengan senyum singkat.
"Belum ada dosen kan?" Tanya Rafa basa-basi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arunika
Fiksi Remaja[JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA. JANGAN LUPA FOLLOW SUN JUGA]. Arunika Melliflous seorang siswi kelas 11 yang berhasil menjadi juara olimpiade Bahasa Indonesia tingkat Nasional. Wanita bersuara lembut yang mampu memikat lelaki benama Sagara Nabastala...
